Gita Jayanti -Mahasnti Puja 2019

Posted by




Masih dalam rangkaian Mahasanti Puja XI 2019 di Pura Wanagiri Prako, Pada hari Sabtu, 21 Desember 2019 dilaksanakan  Gita Jayanti yaitu peringatan disabdakannya Bhagawadgita sekitar 5.000 tahun yang lalu. Gita Jayanti diperingati setiap hari Sukla Ekadashi yaitu hari ke 11 menuju bulan purnama Margashirsha Masa  ( Sasih Kelima).

Gita Jayanti kali ini adalah kerjasama Vedaposhana Ashram dengan Internatinal Society for Krisna Consciousness (ISKCON) Lombok yang dilaksanakan sebagai bagian dari Mahasanti Puja XI Tahun 2019. 

Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Bidang Bimas Hindu Kementerian Agama Provinsi Nusa tenggara Barat,  I Wayan Widra
Gita Jayanti tahun ini luar biasa karena bertepatan dengan Tumpek Landep yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Lendep. Kegiatan yang diikuti oleh para brahmacari pesraman sangat baik untuk memasyarakatkan Bhagawadgita kepada umat Hindu sehingga dalam kurun waktu 30 tahun ke depan ajaran Bhagawadgita benar-benar menjadi panduan dalam kehidupan umat Hindu, demikian disampaikan oleh I Wayan Widra dalam sambutannya.
Selanjutnya Widra menyatakan bahwa pesraman formal adalah lembaga yang telah memiliki paying hukum, oleh karena itu diharapkan semakin banyak pesraman-pesraman yang bisa dibentuk, karena saat ini jumlahnya masih sedikit. Meskipun jumlah pasraman masih sedikit tetapi memberikan kontribusi yang besar bagi pengembangan generasi muda Hindu, ini terbukti bahwa dalam Utsawa Dharma Gita baik tingkat Kabupaten/Kota maupun provinsi dan nasional masih didominasi oleh para brahmacari pesraman.




Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Lombok Barat I Nyoman Sembah menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan Mahasanti Puja XI yang dilaksanakan di Pura Wanagiri Prako adalah melaksanakan ajaran Weda, bukan ajaran sampradaya tertentu ,
Meskipun demikian Ketua PHDI Lombok Barat menyatakan siapapun umat Hindu termasuk dari sampradaya manapun sepanjang berdasarkan ajaran Weda dipersilahkan melaksanakan kegiatan di wilayah Kabupaten Lombok Barat dengan memenuhi aturan yang ada.

Dalam kesempatan tersebut juga peserta mendapat wejangan dari Pedanda Gde Jelantik Dwija Putra dari geria Suranadi. Menurut beliau bahwa  Bhagawadgita adalah kitab yang luar biasa karena kita dapat membaca sabda Tuhan secara langsung, oleh karena itu beliau mengajak generasi muda untuk belajar Bahasa Sansekrta dan huruf Dewanegari. Karena ini adalah Bahasa Dewa, semua puja mantram untuk para dewa dalam bentuk Bahasa Sanskrta.
Tapi Pedanda Dwija Putra juga mengingatkan bahwa untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik jangan lupa juga untuk belajar pengetahuan dan ketrampilan. Dasar utama untuk bisa hidup damai dan harmonis di gunia ini adalah kasih sayang sesama yang dilandasi dengan ajaran tatwam asi dengan slogan Wasudeva Kutumbhakam. 

Pada Acara tersebut hadir pula  Ida Pedanda Istri Sebali Tianyar Arimbawa , yang ikut secara aktif  seluruh rangkaian kegiatan. 

Acara diisi dengan pemujaan Agni Hitra, Persembahyangan bersama serta pembacaan sloka-sloka Bhagawad Gita

Pada akhir acara ditampilkan hiburan berupa tari bali dan tari India oleh Sanggar Suci Mataram











Blog, Updated at: Desember 24, 2019

0 komentar:

Posting Komentar

Mutiara Sai

Postingan Populer