All out dalam Vairagya, Niddhidyasana To Be Mukti




Gambar mungkin berisi: api dan makanan
Kompilasi , catatan ringan
Acharya Rishi Sadhu Giriramananda

DALAM , Mundaka Upanisad, diceritakan seorang pencari Tuhan yang serius bernama Saunaka. Sang Shadaka ini mendekati Maharishi Angiras, yang memperoleh anugerah dan menjadi penerus gurunya , salah satu dari Saptarishi yakni Maharishi Bharadwaja. Rishi Angiras, senantiasa menyampaikan pengetahuan kerohanian, setelah tamat dan kemudian mengetahui pentingnya Veda dan Kesadaran Tuhan. 
Saunaka, bertanya “Apa yang harus diketahui dan dengan semua itu telah diketahui,”?
Kemudian Rishi Angiras menjawab, ada dua jenis pengetahuan yang harus diketahui seseorang jika mau belajar Veda. Yakni Para Vidya - pengetahuan tertinggi Brahma Vidya dan Apara Vidya adalah pengetahuan duniawi. Para Vidya pengetahuan tertinggi adalah pengetahuan tentang Kesejatian Diri, Paramatma atau juga disebut Brahma Vidya. 
Sedangkan Apara Vidya, adalah pengetahuan duniawi yang tidak berhubungan dengan “Kesadaran Ketuhanan” Sejatinya, semua buku buku adalah hanya bisa menyampaikan pengetahuan saja dan tidak bisa berkomunikasi dengan kita apalagi penanamkan pengetahuan niskala dengan baik. Seperti halnya transformasi Pengetahuan Para Vidya, yang dilakukan Para Rishi yang memiliki pengalaman langsung mengenai kesadaran Tuhan. Karena itu mendengarkan kata kata guru kerohanian, khususnya yang memahami dan tahu substansi kitab suci dengan baik adalah sangat penting dalam elevasi spiritual. Mendapatkan pembelajaran dari Guru yang memiliki kekuatan saksatkara “kesadaran” yang teguh kepada Tuhan, selain juga Guru yang punya pengalaman langsung niskala atau anubhawa jnana. 

Kehadiran dari seseorang yang mengetahui kesadaran Sang Diri, menyejukkan kepada pencari Tuhan itu, sehingga dapat memberikan vibrasi Ketuhan yang agung. Seorang guru kerohanian yang sudah memiliki pengetahuan Sang Diri, akan memunculkan nilai nilai Jnana dalam pemikiran, pembicaraan, dan tingkah laku dari aktivitas mereka. Karena itu hidup bersama dengan Guru kerohanian, akan dapat kesempatan mempelajari sifat sifat spiritual dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya dengan praktek langsung. Hasilnya, para pencari Tuhan yang serius pasti akan mengembangkan keinginan yang kuat mencapai Atma Jnana bahkan mumuksuthwa - keinginan dan hasrat yang kuat mewujudkan mukti, kaivalya atau moksah itu sendiri. Sravana ( mendengarkan) membimbing dan membawa kita dekat dengan lautan ilmu pengetahuan spiritual. Manana ( perenungan/ merefleksika pikiran) adalah untuk menyadari atma dengan cara menstabilkan dari Sravana . Sedangkan Nididyasana atau meditasi dengan Sang Diri alias Atma, adalah mensinergikan semua pelajaran tentang Jiwa dan Paramatman, yang dipahami dengan jelas setelah diadopsi dari proses sravana dan manana.

Maka Nididyasana, merupakan proses yang serius, strike dalam shadana dengan aturan aturan yang kuat dari vairagya , melepas pikiran dari segala pengaruh tarikan indria indria, namun tetap mengikatnya beberapa kebenaran yang muncul dalam diri. Dalam proses meditasi, pikiran kita benar benar fokus dan terkosentrasi pada unsur terdalam dalam diri yang suci yaitu Atma. Penekanan shadana ekstra juga ditegaskan Tuhan Pencipa Dewa Brahma dalam Kaivalya Upanisad , kepada muridnya Rishi Asvalayana. Ringkasan shadana dari Dewa Brahma dalam mewujudkan pengetahuan Sang Diri, selain vedanta sravana, manana dan nididyasa pelajaran yang sistematis dengan Upanisad, pemahaman dan juga perubahan yang terjadi karena Upanisad itu. Tiga kata kuncinya adalah Sradha, Bhakti dan Dyana selain itu Dewa Brahma juga mengajarkan dalam betuk tyaga / pengorbanan yang dikenal sebagai Vairagya.

Upanisad menekankan,dengan penolakan pada hal hal meterial, maka akan pengarahkan pencapaian Moksah itu. “ Na Karmana Na Prajaya Na Danana Tyagenaike Amritatvamaanasu” tidak dengan melakukan perbuatan baik, berketurunan dan punya kekayaan tetapi dengan pelepasan ikatan terhadap dunia meterial, atau pengorbanan , maka keabadian / amritam/ immortal akan didapatkan.

Dijelaskan juga oleh Dewa Brahma dalam Kaivalya Upanisad itu, ada tiga tingkatan meditasi yakni merenungkan Tuhan dalam bentuk tunggal atau ( ek rupa saguna) Tuhan dalam bentuk bermacam macam alias vishva rupa. Dan Tuhan dalam Nirguna. Pada proses meditasi semakin sempurna sesuai tingkatan di atas, sang yogi akan menyadari unsur Ketuhanan sendiri sebagai pemahaman yang utama dalam pelaksanaan Samadi. Sang yogi akan memahami Mahavakya Vedik, Aham Brahmaasmi, penemuan inilah yang disebut moksah. 

Demikian kompilasi catatan ringan Acharya Rishi Sadhu Giriramananda, kirang langkung sinampura. Semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi. 

Om Tat Sat Asthu Om Kham Brah Esa Paramashivastah , Shivoham bho shivoham bho saranam bhaje


   Acharya Rishi Sadhu Giriramananda


Blog, Updated at: Mei 12, 2020

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Buku VPA

Harga Rp 100.000 Harga Rp 50.000

Pemesanan silahkan KLIK DISINI
Bank BNI No 0864571776 an VPA Cabang Lombok

vedaposhana.ashram@gmail.com


  


TRI SANDHYA




https://www.ichintb.or.id/p/blog-page_56.html

Pusat Belajar Sansekerta

Bahasa Sansekerta adalah Bahasa Weda sebagai sumber dari segala sumber ilmu. Sebagai Umat Hindu sudah saatnya mengetahui dan memahami isi Kitab Suci Weda dengan belajar Bahasa Sansekerta
Ayo Belajar Bahasa Sansekerta