Pemkot Denpasar Kembangankan Bahasa Dewa

Posted by



Weda sebagai sumber ilmu pengetahuan dimana didalamnya tertulis Bahasa Sansekerta sangat penting untuk dipelajari. Maka untuk mengembangkan dan melestarikannya, Yayasan Dvipan Tara Samskrtan menggelar Siksakaprasikma Vargan (Pelatihan Berbahasa Sansekerta). Kegiatan yang menyasar calon pengajar Bahasa Sansekerta serta pemula ini dibuka secara resmi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar I.G.N Bagus Mataram di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali.
Dalam kesempatan tersebut Ngurah Mataram di Denpasar, Rabu (19/6/19) mengatakan, kegiatan ini sangat bagus dan penting dilaksanakan mengingat Bahasa Sansekerta juga sebagai salah satu objek untuk memajukan kebudayaan.

“Dalam mengembangkan kebudayaan, Pemerintah Kota Denpasar juga telah menggunakan Bahasa Bali dan pakaian adat setiap di Hari Purnama, Tilem, dan setiap hari Rabu dan Kamis,” katanya.
Salah satu contoh keberadaan penggunaan Bahasa Sansekerta ada pada Prasasti Blanjong Sanur, yang merupakan wilayah Denpasar, dimana terdapat banyak situs dan ritus cagar budaya maka Bahasa Sansekerta sangatlah diperlukan.

“Dalam Prasasti Blanjong bahasa yang digunakan di dalam menggunakan Bahasa Sansekerta. Prasasti ini telah ada pada tahun 835 masehi pada jaman kerajaan Sri Kesari Warmadewa, kerajaan pertama yang ada di Bali. Maka dari itu kami mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini,’’ ungkapnya.
Anggapan Bahasa Sansekerta sebagai bahasa dewa, membuat sebagian masyarakat enggan untuk memperlajarinya. Bahkan banyak yang tidak mengetahui bahwa bahasa Bali itu berasal dari Bahasa Sansekerta. Sekali lagi sangatlah penting untuk memperkenalkan Bahasa Sansekerta kepada masyarakat. Bahkan ia berharap tahun depan bisa digelar lomba Bahasa Sansekerta.
Melalui kegiatan tersebut tentu diharapkan dapat mencetak calon pengajar Bahasa Sansekerta. Sehingga kedepanya keberadaan Bahasa Sansekerta tetap ajeg dan lestari sebagai kebudayaan masyarakat Bali.
“Tentunya kami di Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus mendukung kemajuan dan kelestarian Bahasa Sansekerta sebagai kebudayaan Bali yang menjadi sumber Kitab Suci Weda dan tersurat dalam sejarah peradaban Hindu Bali,” terangnya.
Ketua Yayasan Dvipantara Samkrtam Ida Pandita Rsi Agni Premadasa (Welaka Dr. I Wayan Gede Suacana) mengatakan kegiatan ini sengaja diberikan kepada calon tenaga pengajar Bahasa Sansekerta di pasraman. Sehingga kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, namun kegiatan hari ini baru yang kedua kalinya dan diikuti oleh 50 peserta.
Menurutnya sejak pasraman ini berdiri sejak tahun 2017 telah memiliki tenaga pengajar Bahasa Sansekerta sebanyak 11 orang dan memiliki siswa 550 orang yang bisa bercakap-cakap menggunakan Bahasa Sansekerta.
“Dengan bisa bercakap menggunakan Bahasa Sansekerta ia berharap siswa ini bisa tertarik dalam mempelajari weda bahkan seluruh masyarakat nusantara menggunakan Bahasa Sansekerta,’’ tegasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan 70 hingga 80 persen Bahasa Bali merupakan Bahasa Sansekerta bahkan mantra-mantra yang digunakan setiap hari juga menggunakan Bahasa Sansekerta. Ia juga menjelaskan Bahasa Sansekerta adalah salah satu kunci di dalam mempelajari ilmu pengetahuan. Tanpa Bahasa Sansekerta maka tidak bisa menelusuri Weda secara mendalam. Sanskerta juga sudah dibuktikan sebagai bahasa kental dan bahasa yang paling sedikit kesalahan dalam pogram komputer.

Ia juga mengaku, Bahasa Sansekerta sudah digunakan di 38 negara, 80 universitas dan 110 pusat studi yang mengajari Bahasa Sansekerta namun hal ini belum bisa dilakukan di Indonesia. Maka hal ini menurutnya menjadi tantangan ke depan.
Dalam pelatihan ini ia mengaku setiap Calon tenaga pelatih berbahasa (berbicara) Sansekerta, shiksaka prashiksana shibiram, Pa Thani Saranii, pelatihan intensif dasar Berbahasa Sanskerta selama 10 hari.
Serta Sambhaasana shibiram, pelatihan berbicara Sansekerta selama sepuluh hari selama 2 jam. Salah satu peserta Ade Agung Satyananda mengaku senang bisa belajar Bahasa Sansekerta. Mengingat kedepan Bahasa Sansekerta bisa digunakan dalam pemograman teknologi. Selain itu dengan bisa Bahasa Sansekerta pihaknya ingin meneruskan yayasan ini.


sumber : http://balifactualnews.com/


Blog, Updated at: Desember 17, 2019

0 komentar:

Posting Komentar

Mutiara Sai

Postingan Populer