Mahasanti Puja XI dibuka oleh Gubernur NTB Zulkifliemansyah

Posted by


Bertempat di halaman Pura Wanagiri Prako, Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat- Nusa Tenggara Barat dilaksanakan Upacara Mahasanti Puja XI oleh Vedaposhanam Ashram. Upacara dalam bentuk Homa Yadnya /Agnihotra bertujuan untuk memohon kehadapan Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) agar Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat memperoleh kedamaian dan kesejahteraan sekala niskala ( alam dan manusia lahir dan batin). 

Upacara Mahasanti Puja  I sampai  Mahasanti Puja X selama ini dilaksanakan di Bali dan  Mahasanti Puja XI tahun 2019 dilaksanakan di Lombok (pertama kali di luar Bali). 

Menurut Ketua Umum Vedaposhana Ashram, Pandita Nabe Sri Begawan Agni Yogananda bahwa organisasi ini dibidani dan diinisiasi oleh Bhatare Nabe Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa.
Mahasanti Puja pertama dilaksanakan di Pura Besakih tanggal 9-9-2009 , kemudian berikutnya tanggal 10-10-2010 dan menjadi agenda tahunan hingga tahun 2018. Karena Tahun 2019 diprogramkan agar Vedaposhana Ashram bisa menasional maka Mahasanti Puja ke 11 dilaksanakan di luarBali dan terpilih VPA Cabang Lombok sebagai penyelenggara.

Pemilihan Pura Wanagiri Prako di luar perencanaan awal. Menurut  Shri Braja Ganacakra rencana sebelumnya  dilaksnakan di tempat lain, dan dalam perjalanannya waktu   berdasarkan tuntunan Hyang Widhi maka pilihan jatuh di tempat ini dan langsung disambut tulus oleh pengempon pura, yakni Banjar Prako.

 Ketua Panitia Ni Nyoman Sri Suyasni Pura dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 1932 pernah diadakan Upacara Besar Agnihotra / Homa Yajnya di Lombok Barat, dengan tujuan untuk membersihkan / menyucikan negeri dan mendamaikan alam Nusantara, demikian disebutkan dalam Buku “TOVENARIJ OP BALI MAGISCHE TEKENINGEN” (Ilmu Mistik Bali, Karya Ilmuwan Belanda C. Hooykaas). Jadi, Upacara Agnihotra Maha Shanti Puja ke XI tahun 2019 ini adalah merupakan peristiwa pengulangan sejarah penting Pulau Lombok 87 tahun silam

Acara Pembukaan dilakukan secara resmi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zukifliemansyah dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya orang nomor satu di NTB itu mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya acara Maha Santi Puja ini dimana kita dapat berkumpul tanpa sekat dan tanpa memandang jabatan atau titel seseorang.

Juga beliau mengingatkan bahwa  perkembangan teknologi semakin hari semakin pesat dan semakin canggih . Semua fasilitas semakin mudah diakses.  Oleh karena itu Gubernur berharap agar masyarakat bisa menyingkapi dengan positif adanya perkembangan teknologi tersebut.







Upacara Mahasanti Puja XI Tahun 2019 dihadiri oleh seratus orang Pandita perwakilan 27 Cabang Vedaposhana Ashram dari 6 (enam) propinsi se Indonesia.

Disamping masyarakat Dusun Prako hadir pula undangan antara lain  Danrem 162 WB yang diwakili Kasi Intel, Kapolsek Narmada, Ketua Harian PHDI Pusat, Dirjen Bimas Hindu Indonesia, Perwakilan Cabang VPA Seluruh Indonesia, Ketua PHDI Prov NTB, Ketua WHDI Prov NTB, Ketua ICHI Regional NTB, Ketua STHAN Gd Puja Mataram, Ketua PHDI Lobar, Ketua WHDI Lobar, Camat Narmada, Ketua PHDI Kec Narmada serta tokoh Agama dan tokoh Masyarakat Suranadi.

Selesai Acara pembukaan langsung dilaksanakan penyalaan api kunda oleh Pandita Nabe . Ada 11 kunda agni dengan 1 (satu) Krisna Agni Kunda. Menurut Shri Braja Ganachakra Krisna Agni Kunda hanya digunakan untuk upacara besar dan sangat jarang digunakan.

Ketika upacara akan dimulai alam mulai mendung, kemudian mulai turun hujan meskipun tidak lebat, tetapi cukup membasahi bumi. Selesai upacara pembukaan dan ketika Homa Yadnya dimulai hujan mereda hingga upacara berakhir. Suasana khusuk dan mengharukan ketika gemerincing  suara genta dari sekitar 100 Pandita menggema serta gaung suara Sangkakala yang membelah langit Pura Wanagiri Prako menebarkan vibrasi spiritual luar biasa. Semua peserta larut dalam konsentrasi Agni Hotra. Puja mantra dilantunkan berkesinambungan menggema membelah langit dan semua hati bersatu dalam bhakti yang tulus.

Ada peristiwa alam yang menarik terjadi, saat upacara dilangsungkan ternyata di luar wilayah pusat Agni Hotra sedang terjadi kegaduhan alam , terjadi hujan badai disertai petir yang hebat , banyak pohon-pohon besar tumbang bahkan bangunan Balai Kambang Taman Mayura, Cakranegara, ambruk dihantam angina putting beliung. Jarak taman  sekitar 7 kilometer dari pura Wanagiri Prako. Sementara di area pemujaan alam begitu tenang dan damai.

Upacara Homa selesai sekitar pukul 19.00 wita dalam suasana yang penuh kebahagiaan, bahkan ada satu kelompok kunda baru mengakhiri puja sekitar pukul 20.00 wita, mereka melaksanaan pemujaan sekita 5 jam.

Menurut penuturan beberapa peserta mereka menyatakan puas atas pelaksanaan Mahasanti puja kali ini. Bahkan salah satu peserta yang mendalami spiritual yoga menyatakan saat homa yadnya dilaksanakan dia melihat para Dewa berkenan turun dan menaburkan bunga sebagai pemberkatan atas yadnya yang dilaksanakan.










Blog, Updated at: Desember 15, 2019

0 komentar:

Posting Komentar

Mutiara Sai

Postingan Populer