Nava Graha

Posted by


NAVA GRAHA PUJA
Shri Anantadamar Ganachakra


DASAR TATWA
Navagraha Puja adalah merupakan bagian dari Puja Surya atau Surya Upasana atau Surya Sewana, dengan Aditya/Surya/Matahari sebagai pusat dengan dikelilingi oleh 8 planet.
Navagraha ini identik dengan Navasanga di Bali/Nusantara, yakni pemujaan Dewata delapan penjuru arah mata angin, dengan yang ke-9 adalah Dewa Siwa sebagai pancer, mengingat tradisi Weda di Nusantara menganut paham Siwa Jnana Sidantha. Sementara dalam Navagraha, Aditya/Surya sebagai pancer ditengah-tengah karena menganut paham Surya Jnana Sidantha. Surya Jnana Sidantha bersifat universal karena Surya dipuja oleh seluruh aliran/sampradaya baik Waisnawa, Siwa, Brahma, Sri, dll, dengan sebutan tertinggi untuk Aditya/Surya sebagai Mahanarayana. Dari segi penggambaran Dewata, Aditya sama  dengan Mahawishnu, hanya saja kendaraanya berbeda, dimana Aditya/Mahanarayana duduk diatas bunga Padma diatas kereta yang ditarik 7 ekor kuda.
Paham Surya Jnana Sidantha sepertinya lebih tepat untuk tradisi Weda Nusantara, yang terdiri dari beragam tradisi berbeda, khususnya Bali bagian Timur dan Lombok, karena tradisi umat Hindu di masyarakat lazim menyebut Pandithanya sebagai Surya (Suryan tyange Ida Panditha……).
Pandita yang memimpin upacara surya/agni disebut sebagai Panditha Agni. Level yang lebih tinggi disebut Yogarsi, yang menguasai Puja Surya-Agni, Yoga Suryanamaskara, dan Tantra Ganachakra. Level terakhir yakni sebagai Brahmarsi yang sudah mahir dalam ilmu kamoksan, mampu berubah menjadi api, mampu berubah menjadi angin, mampu berpindah tempat dalam waktu sangat cepat.
Pada jaman Majapahit, Surya Majapahit yangmana Dewa Surya atau Siwa Raditya adalah kiblat tertinggi seluruh masyarakatnya, apapun agamanya, itu merupakan bukti bahwa Surya Jnana Sidantha adalah ajaran universal yang diperuntukkan buat semua kalangan. Baik Pandita Hindu maupun Budha dijaman itu sampai sekarang senantiasa melakukan Puja Surya walaupun hanya 1 bait saja mantra yang tersisia dan dilestarikan.
Secara ilmu pengetahuan modern, yang notabene mengembangkan ilmu pengetahuan Surya Jnana Sidanta, Matahari adalah merupakan pusat dan asal muasal kehidupan alam semesta dalam susunan terkecil yakni tata surya kita. Susunan yang lebih besar tentunya adalah Galaxi yang terdiri dari jutaan hingga milyaran system tatasurya seperti navagraha tempat tinggal kita ini. Terdapat lebih dari 170 milyar galaxy yang terdapat di alam semesta, itu artinya ada lebih dari 170 triliun matahari atau lebih dari 170 triliun navagraha dalam alam semesta. Bayangkan betapa kecilnya kita dihadapan sang Mahawishnu.

Matahari/Surya sendiri terdiri dari bahan-bahan penyusun sebagai berikut:
1.    Hidrogen sebanyak 74%
2.    Helium sebanyak 25%
3.    Sisanya 1% terdiri dari:  Besi, Nikel, Silikon, Sulfur, Magnesium, Karbon, Neon, Kalsium , Kromium
Bahan-bahan apapun yang terdapat didalam matahari, terdapat juga di bumi dan planet lainya, itulah buktinya bahwa kita semua tanpa terkecuali berasal dari Matahari/Surya. Sederhananya, Matahari /Surya disebut juga sebagai Agni atau Brahma adalah Sang Pencipta baik pencipta susunan tata surya yang paling kecil maupun susunan galaxy dengan matahari nya yang lebih besar. Ini dasar hukumnya yang menyatakan bahwa terdapat milyaran atau bahkan triliunan Agni/Brahma yang diciptakan oleh Mahawishnu dari pusarNya didalam alam semesta ini.
Ukuran matahari adalah sekitar 108-109 kali ukuran bumi, itu sebabnya jumlah japamala kita adalah 108 untuk menggambarkan kebesaran Mahanarayana - Surya.
Melaksanakan pemujaan Surya beserta Navagraha yang mengikutinya adalah sejatinya merupakan pemujaan kepada leluhur alam semesta. Bagian akhir dari pemujaan ini adalah MAHAWISHNU Sang Pencipta tertinggi, asal tertinggi semua makhluk dan alam semesta.

Penggambaran Navagraha adalah sebagai berikut:
1.    Tengah         :  Matahari, dewatanya Surya, hari minggu/Raditya/redite
2.    Timur            :  Venus, dewatanya Sukrha, hari Jumat/sukra
3.    Selatan         :  Mars, dewatanya Boma/Kuja/Mangal, hari Selasa/anggara
4.    Barat            :  Saturnus, dewatanya Sani, hari Sabtu/Saniscara
5.    Utara            :  Jupiter, dewatanya Guru, hari Kamis/Brihaspati/Wrespati
6.    Timur Laut    :  Merkurius, dewatanya Budha, hari Rabu/Buda
7.    Tenggara      :  Bulan (mewakili Bumi), dewatanya Chandra, hari Senin/Soma
8.    Barat Daya    :  Uranus / Kutub Selatan / Daksinayana / Malam / Planet Gelap, dewatanya Rahu,
9.    Barat Laut     :  Neptunus / Kutub Utara / Uttarayana / Siang / Planet Terang, dewatanya Ketu




Arah Puja umumnya menghadap ke Timur atau matahari terbit, dilaksanakan pada pagi hari menyambut matahari terbit. Apabila dilaksanakan sore hari, maka arah puja menghadap matahari terbenam/barat. Konsepnya sama dengan melaksanakan  Yoga Surya Namaskara. Inilah fleksiblenya Agama Veda, arah puja bukanlah merupakan keharusan atau ketentuan mutlak, dimana hal ini bisa ditunjukkan dengan keberadaan Pura yang walaupun sebagiian besar menuju Kaja-Kangin (Utara-Timur) namun tidak sedikit yang arahnya tidak menentu, seperti Pura Dalem(puja menghadap selatan), Pura Segara(puja menghadap barat), dll sesuai niat dan peruntukan puja.

Navagraha ini, dengan Surya atau Siwa Raditya sebagai pusatnya, memendarkan 8 cahaya/Div = Dewa, kemudian dibagian luarnya memendarkan 8 dewa lagi, dibagian ketiga memendarkan dewa lagi, serta dibagian keempat memendarkan dewa lagi, sehingga keseluruhan dewa/sinar suci Tuhan yang dipendarkan oleh Dewa Surya adalah 4 x 8 = 32, ditambah 1 Dewa Surya menjadi 33 Dewa. Masing-masing Sinar Suci / Dewa ini memiliki tugasnya masing-masing dalam perputaran kehidupan alam semesta, yang bertugas/bekerja selama 100(seratus) tahun Dewata.
Satu hari Dewata disebut dengan satu hari Brahma atau Kalpa.
Satu Kalpa terdiri dari:
1.    Siang hari Brahma atau Srsti atau Brahma Diwa yakni hari kehidupan, yang lamanya 4,32 milyar tahun manusia.
2.    Malam hari Brahma atau Pralaya atau Brahma Nakta yakni hari peleburan, yang lamanya 4,32 milyar tahun manusia.
Jadi total 1 Kalpa atau 1 hari dewata adalah 8,64 milyar tahun manusia .
Brahma diciptakan Mahawishnu untuk hidup dan bertugas selama 100(seratus) Tahun Dewata atau 100 X 360 kalpa X 8.64 milyar tahun = 311,04 trilyun tahun manusia.
Selama kurun waktu 100 tahun Dewata usia Dewa Brahma bertugas, terjadi 100 X 360 = 36.000 kali proses penciptaan navagraha berulang ulang terus menerus.
Betapa besar dan luasnya ilmu pengetahuan Surya Jnana Sidantha, dimana otak kita sebagai manusia modern tak mencukupi untuk memikirkannya. Oleh karenanya Shri Krishna dalam Bhagavadgita menyampaikan bahwa Bhakti dan Japam adalah cara terbaik dijaman ini (Kali Yuga) untuk memahami hakikat Beliau Sang Maha Pencipta.










SARANA
Sarana dalam puja Navagraha tidak mengikat, cukup dengan pancopacara puja, yakni 5 elemen alam: dheepa(api), dupa(angina), Puspa(bunga-tanah), naivedyam(persembahan/air), gandham(serbuk harum/akasa).
Pada tingkatan madya mempergunakan 9 macam biji-bijian alami, ditempatkan sesuai arah mata angin. Biji-bijian ini dihaturkan sesuai dengan biji-bijian yang ada secara local, tidak perlu mengikuti tradisi di India yang jenis biji-bijiannya berbeda.
Pada tingkatan yang lebih tinggi atau utama mempergunakan daksina atau kumbha(sangku berisi tirtha yang ditutupi kelapa daksina) sesuai arah mata angin.
Semua sarana tersebut diatas lagi-lagi tidak mutlak, karena Veda tidak pernah mengharuskan sarana tertentu, seperti yang tertuang dalam Bhagavadgita sloka 9.26
aśnāmi prayatātmanaḥ
Kosa kata:
patram  (sehelai daun), puṣpam (setangkai bunga), phalam (buah-buahan), toyam (air); yo (siapa), me (kepada), bhaktyā  (pengabdian), prayacchati (menawarkan); tad (itu), aham (Ku-Tuhan), bhakti (bhakti), upahṛtam (ditawarkan dalam pengabdian); aśnāmi (menerima), prayatatmanah (kesadaran yang murni).
Artinya:
Apa yang dipersembahkan kepadaku, sehelai daun, setangkai bunga, setetes air, buah atau biji-bijian dengan cinta bhakti dan kesadaran yang murni, akan  Ku terima.
Kata-kata yo me bhaktya prayacchati berarti menawarkan kepadanya dengan mencintai pengabdian.  Bahkan jika umatnya menawarkan dengan pikiran yang bersih dan hati yang murni meskipun tanpa melakukan usaha yang tidak terlalu berat seperti mempersembahkan  air, sehelai daun atau buah yang dijiwai dengan pengabdian maka akan dianggap sakral oleh Tuhan yang maha tinggi sehingga ia akan menjadi senang pada pemuja tersebut. Tindakan apapun yang dilakukan dengan bhakti atau pengabdian kepadanya , ia menerimanya dengan cinta bhakti.
Kata bhakti disebutkan dua kali dalam sloka ini yang mempertegas bahwa satu-satunya cara yang mudah dilaksanakan oleh umat untuk melakukan pendekatan kepadanya adalah melalui pelayanan bhakti.
Dalam sloka ini juga sangat dijelaskan Tuhan menginginkan persembahan dalam bentuk vegetarian, jadi apa yang tidak diinginkan tidak disebutkan dalam sloka ini seperti persembahan babi guling, bebek panggang, ayam brumbun, lawar, sate, telur, dsb. Tidak ada satupun sloka dalam Kitab Suci Weda yang menyebutkan Tuhan minta persembahan babi guling. Tuhan hanya ingin PELAYANAN BHAKTI berupa persembahan seperti sehelai daun, setangkai bunga, setetes air, buah atau biji-bijian yang depersembahkan dengan TULUS IKHLAS maka beliau akan menerimanya. Bahkan sarana yang paling sederhana adalah japa mantraseperti yang disebutkan dalam Bhagavadgita X.25: 
MAHARSINAMM BHRGUR AHAMM GIRAM ASMY EKAM AKSARAM, YAJNANAMM JAPA YAJNO ‘SMI STHAVARANAMM HIMALAYAH
Diantara Rsi yang Mulia Aku adalah Bhrgu, Diantara getaran suara Aku adalah OM, diantara korban suci Aku adalah Japa (menyebut nama suci Tuhan), dan diantara benda tidak bergerak Aku adalah Himalaya.

MANTRA
      Diawali dengan Ganesha Puja dan Agni-Surya Puja
          (dalam buku/artikel terpisah)

1.    MINGGU/REDITE/RADITYA MATAHARI DEVA SURYA
OM BHASKARAAYA VIDMAHE, MAHA DYUTIKARAYA DIMAHI, TANNO ADITYA PRACHODAYAT
OM JAPA KUSUMA SANKAASHAM KAASHYAPIYAM MAHAADYUTIM, TAMORIM SARVA PAAPAGHNAM PRANATOSMI DIVAKARAM
OM SURYA YA NAMAH DYANA AVAHANADI PUJAAN SAMARPAYAMI
-          Oh Bhaskara Maha Dyutikara Aditya, Kami Berdoa Kepadamu, Terangilah, Cerahilah Pikiran Kami
Sembah Bhakti Kami Pada Dewa Surya Yang Berkuasa Atas Planet Matahari Penguasa Kegelapan Penghancur Derita Dan Dosa, Yang Bersinar Amat Cemerlang, Kami Memujamu Oh Surya Terimalah Sembah Kami
          Beeja Mantra:
OM HRANG HRING HRONG SAH SURYA YA NAMAH

2.    SENIN/SOMA, PLANET BULAN DEVA CANDRA
OM PADMADWAJAAYA VIDMAHE, HEMA RUUPAYA DHIMAHI, TANNO SOMA PRACHODAYAT
OM DADHI SHANKHA TUSHAARABHAM KSHIRO DARNAVA SAMBHAVAM, NAMAAMI SHASHINAM SOMAM, SHAMBHOR MUKUTA BHUSHANAM
OM CHANDRAYA NAMAH DHYANA AVAHANADI PUJAAN SAMARPAYAMI
-          Om Padmajaya, Soma, Kami Berdoa Kepadamu Cerahilah Budhi Kami Yang Lahir Dari Pemutaran Lautan Susu, Yang Menghiasi Mahkota Deva Shiva Pancaran Sinar Kasihmu Yang Lembut Memancar Kesemua Mahluk
Oh Dewa Candra Kami Memujamu Terimalah Sembah Bhakti Kami
Beeja Mantra: 
OM SHRANG SHRING SHRONG SAH CHANDRAMASE NAMAH

3.    SELASA/ANGGARA DEVA PLANET MARS (BOMA/MANGALA)
OM VIRADVAJAAYA VIDMAHE, VIGHNA HASTAYA DHIMAHI, TANNO BHOMA PRACODAYAT
OM DHARANI GARBHA SAMBHUTAM VIDYUT KANTI SAMAPRABHAM, KUMARAM SHAKTI HASTAM(CA) TAM MANGALAM PRANAMAMYAHAM
OM ANGGARA YA NAMAH DHYANA AVAHANADI PUJAM SAMARPAYAMI
-          Oh Viradvaja Vignahasta Boma, Kami Berdoa Kepadamu Cerahilah Budhi, Intlek Dan Pikiran Kami. Sembah Sujud Bhakti Kami Pada Deva Anggara, Yang Berkuasa Atas Planet Mars, Yang Melimpahkan Bermacam-Macam Kekuatan, Putra Dari Ibu Pertiwi, Yang Bersinar Cemerlang. Oh Anggara Deva Terimalah Sembah Sujud Puja Bhakti Kami.
Beeja Mantra:
     OM KRANG KRENG KRONG SAH BHOUMAYA NAMAH

4.    REBO/BUDHA PLANET MERKURI/MERKURIUS
OM GAJADVAJAAYA VIDMAHE, SUKA HASTHAYA DIMAHI, TANNO BUDDHA PRACODAYAT
OM PRIYANGU KALIKA SHYAAMAM RUPENA PRATIMAM BUDHAM, SOUMYAM SOUMYA GUNOPETAM TAM BUDHAM PRANAMAMYAHAM
OM BUDAYA NAMAH DYANA AVAHANADI PUJAM SAMARPAYAMI.
-          Oh Gajadvaja Sukahasta Dan Budha. Kami Berdoa Kepadamu. Cerahilah Budhi Intlek Dan Pikiran Kami.
Sembah Sujud Bhakti Kami Kepada Buda Gajadvaja Dan Sukahasta Yang Berkuasa Atas Planet Merkurius Yang Indah Menawan Bersinar Biru Muda Sejuk Penuh Dengan Kedamaian. Oh Buda Terimalah Sembah Sujud Bhakti Kami.
Beeja Mantra:
     OM BRANG BRING BRONG SAH BUDHAYA NAMAH

5.    KAMIS/WRESPATI/BRASPATI/PLANET YUPITER (GURU)
OM VRISHABADVAJAAYA VIDMAHE, KRUNI HASTHAYA DIMAHI, TANO GURU PRACODAYAT.
OM DEVANAM CHA RISHINAM CHA, GURUM KAANCHAN(A) SANNIBHAAM, BUDDHI BHUTAM TRILOKESHAM TAM NAMAAMI BRIASPATIM
OM GURAVE NAMAH DYANA AVAHANADI PUJAM SAMARPAYAMI.
-          Oh Vrisbadvaja, Krunahasta Dan Maha Guru Kami Berdoa Kepadamu. Cerahilah Budhi Intelek Dan Pikiran Kami.
Sembah Bhakti Kami Kepada Briaspati. Deva Yang Berkuasa Atas Planet Yupiter Yang Melimpahkan Kecerdasan, Guru Ketiga Dunia, Manusia, Rsi Dan Para Deva. Oh Briaspati, Terimalah Sembah Sujud Puja Bhakti Kami.
Beeja Mantra:
     OM GRANG GRING GRONG SAH BRIHASPATI YA NAMAH

6.    JUMAT/SUKRA DEVA PLANET VENUS
OM ASHVADVAJAAYA VIDMAHE, DHANUR HASTHAYA DHIMAHI, TANNO SUKRA PRACHODAYAT.
OM HIMA KUNDA MRINALAABHAM DAITYANAM PARAMAM GURUM, SARWA SHASTRA PRAVAKTARAM BHARGAVAM PRANAMAMYAHAM
OM SUKRAYA NAMAH, DYANA AVAHANADI PUJAM SAMARPAYAMI.
-          Oh Asvadvaja, Danurhasta Dan Sukra Deva Kami Berdoa Kepadamu. Terangilah Budhi Intlek Dan Pikiran Kami.
Sembah Sujud Bakti Kami Pada Sukra, Deva Yang Berkuasa Atas Planet Venus, Guru Para Raksasa, Yang Melimpahkan Anugrah Pengetahuan Tentang Kitab Suci. Terimalah Sembah Sujud Puja Bakti Kami.
Beeja Mantra:
     OM DRANG DRING DRONG SAH SHUKRA YA NAMAH

7.    SABTU/SANISCARA, DEWA PLANET SATURNUS
OM KAAKADVAJAYA VIDMAHE, KADGA HASTHAYA DIMAHI, TANNO SHANI PRACHODAYAT
OM NILANJAN(A) SAMABHASAM RAVI PUTRAM YAMAGRAJAM, CHAAYA MARTAND(A) SAMBHUTAM, TAM NAMAMI SHANISCHARAM.
OM SHANISCARAYA NAMAH, DYANA AVAHANADI PUJAM SAMARPAYAMI
-          Oh Kakadvaja, Kadgahasta Dan Manda , Terangilah Dan Cerahilah Pikiran Kami, Sembah Bhakti Kami Kepada Saniscara Deva Yang Berkuasa Atas Planet Saturnus, Putra Deva Matahari, Kakak Dari Deva Yama Penguasa Kematian. Terimalah Sembah Puja Bakti Kami.
Beeja Mantra:
          OM PRANG PRING PRONG SAH SHANI YA NAMAH

8.    RAHU/GELAP/MALAM, PLANET KUTUB SELATAN, URANUS
OM NAGHADVAJAAYA VIDMAHE, PADMA HASTAYA DIMAHI, TANNO RAHU PRACHODAYAT.
OM ARDHA KAAYAM MAHAA WIIRYAM,  CHANDRAADITYA WIMARDHANAM
SIMHIKA GARBHA SAMBHUTAM,  TAM RAHUM PRANAMAA MYAHAM
OM RAHUM NAMAH, DYANA AVAHANADI PUJAM SAMARPAYAMI.
-          Oh Naghadvaja, Padmahasta Dan Rahu, Terangilah Dan Cerahilah Pikiran Kami. Sembah Bhakti Kami Pada Rahu, Deva Yang Berkuasa Atas Malam dan Kegelapan. Terimalah Sembah Puja Bakti Kami.
Beeja Mantra:
          OM BHRANG BHRING BHRONG SAH RAHU YA NAMAH

9.    KETU/TERANG/SIANG, PLANET KUTUB UTARA, NEPTUNUS
OM ASHVADVAJAAYA VIDMAHE, SULA HASTHA YA DHIMAHI, TANNO KETHU PRACHODAYAT.
OM PALASHA PUSHPA SAMKHAASAM, TARAKA GRAHA MASTAKAM, RUDRAM RUDRATMAKAM GHORAM, TAM KETUM PRANAMAMYAHAM.
OM KETUM NAMAHA, DYANA AVAHANADI PUJAM SAMARPAYAMI.
-          Oh Asvadwaja, Sulahasta Dan Ketum Kami Berdoa Kepadamu, Terangilah Budhi Intlek Dan Pikiran Kami . Sujud Bhakti Kami Kepada Ketu. Deva Yang Berkuasa Atas Kutub Selatan, Yang Membuat Para Musuh Takut Ngeri, Dengan Kepada Yang Besar Melebihi Bintang Kelihatan Ganas Beringas. Oh Ketu Terimalah Sembah Sujud Puja Bhakti Kami.
     Beeja Mantra:
     OM SRANG SRING SRONG SAH KETU YA NAMAH

NAVAGRAHA STUTI
AUM BRAHMAA MURAARI (S)TREEPURAANTAKAARI,
BHAANUH SHASHI BHOOMISUTAU BUDDHASHCA,
GUROOSHCA SHUKRAH SHANI RAHU KETAVAH,
SARVE GRAHA SHAANTIKARA BHAVANTU
-          Sujud Bhakti Pada Brahma Visnu Dan Siva yang berwujud dalam bentuk Surya yang Menguasai 8 Planet yang mengelilingiMu, Kami Memuja-Mu, Beserta para Dewata penguasa tata surya , Semoga Semuanya Damai

JAPAM
          OM TAT SAT GOVINDA YA MAHANARAYANA
          SHRIM HRIM KLIM GANESHWARA YA ONGKARA
Dia(OM) adalah Tuhan Sang Pencipta yang tak berwujud yang disebut Govinda, mewujudkan diri dalam bentuk semesta Surya/Matahari yang disebut Mahanarayana. Dihidupkan/diwujudka oleh Brahma Wisnu dan Siwa dalam diri Ganesha yang berwujud Omkara pada diri manusia






Blog, Updated at: November 20, 2018

0 komentar:

Posting Komentar

Mutiara Sai

Postingan Populer