WIJEN / TILA

Posted by

WIJEN / TILA
Empat Manfaat Material-Spiritual berdasarkan Mahanarayana Upanisad
Shri Anantadamar Ganachakra



DASAR SASTRA
Wijen/Tila/Sesamun Indicum adalah salah satu makanan terbaik untuk persembahan kepada Brahma/Prajapati dalam Homa Yadnya, demikian berdasarkan Mahanarayana Upanisad. 
Tila/Wijen yang disebutkan didalam Mahanarayana Upanisad 64.1 terdapat dalam dua wujud yakni Tila Krsna (Wijen Hitam) dan Tila Sweta (Wijen Putih).

Lagi, berdasarkan Mahanarayana Upanisad, manfaat Wijen sebagai persembahan dan juga prasadam adalah 4(empat) yang utama sebagai berikut:
1.    Saumya (Menyehatkan/Kesehatan), dimana persembahan Tila/Wijen kepada Brahma/Prajapati didalam Homa Yadnya lalu dilungsur/dimakan sebagai prasadam dapat memperoleh kesehatan dan usia panjang. Manfaat Wijen (sebagai makanan toping kue, sushi, salad ataupun dalam bentuk minyak wijen) bagi kesehatan diantaranya untuk mengatur tekanan darah, mencegah kanker, penyembuhan diabetes, kesehatan tulang, kesehatan pencernaan, anti inflamasi, perlindungan kulit dari radiasi, kesehatan mulut, kesehatan kulit dan rambut, menambah kekuatan tubuh secara keseluruhan.
2.    Wasanuga (Kesenangan), dimana persembahan Tila/Wijen kepada Brahma/Prajapati didalam Homa Yadnya dapat memperoleh kekayaan, ternak, emas, makanan dan minuman, semua objek kesenangan, keindahan, kemakmuran yang melimpah, reputasi mulia, banyak anak dan cucu.
3.    Pratistha (Penyucian), dimana persembahan Tila/Wijen kepada Brahma/Prajapati didalam Homa Yadnya dapat memperoleh penyucian diri atau pengelukatan, kemampuan untuk membayar hutang (karma) kepada para Dewa dan leluhur.
4.    Parisutham (Kemurnian dan ketidakterikatan), dimana persembahan Tila/Wijen kepada Brahma/Prajapati didalam Homa Yadnya dapat memperoleh kebijaksanaan, sifat-sifat Brahmana yang ideal, keyakinan yang mantap, kecerdasan, kemurnian, keseimbangan alam semesta, pembebasan / ketidakterikatan / samnyasa.

Persembahan Tila/Wijen untuk memperoleh manfaat seperti disebutkan diatas, yang tercantum didalam Mahanarayana Upanisad 63, dikombinasikan dengan tepung dalam 2(dua) wujud sebagai berikut:
1.    Sarasa, biji wijen/tila yang dicampur dengan tepung beras/ketan/gandum
2.    Sapista, biji wijen/tila yang dicampur dengan varietas tepung lainya seperti tepung kacang hijau, tepung singkong/ubi, tepung jagung/maizena, tepung kedelai/soya, tepung sagu.

Persembahan Tila/Wijen untuk dipergunakan dalam proses menjadi seorang sanyasi, sebagai salah satu upacara wajib bagi para pejalan sanyas, dikombinasikan dengan soma. Upacara ini mengawali ritual seorang pejalan sanyas yang disebut sebagai Bhutasamskara dan diakhiri dengan Ajyasamskara dalam proses Trijati menjadi Sanyas.

Minuman Soma banyak sekali terjemahanya atau aplikasinya menurut susatra Veda, salah satunya kita dapat menghubungkannya dengan Mahanarayana Upanisad bagian ke 69 dan Bahasa Latin yang menjadi rujukan ilmu pengetahuan modern yang disebut sebagai Ambrosia (nectar) adalah makanan para Dewa, yang merupakan sari-sari makanan atau orang modern menyebutnya sebagai zero grade.

Soma / Ambrosia / nectar / zero grade dapat diperoleh dengan cara-cara sebagai berikut:
1.    Sari wijen/tila dalam bentuk minyak wijen murni.
2.    Daun teh pilihan yang ketika diseduh memunculkan aroma yang sedap.
3.    Bunga-bunga terbaik terutama yang masuk kedalam kategori ambrosia adalah bunga pucuk (kembang sepatu) yang biasa dipakai sebagai Kalpika dalam ritual Hindu Bali, juga dipakai sebagai inti Sirowista/Karawista, yang ketika disuling menghasilkan aroma yang harum dan mantap, bunga dan daunya diolah sebagai loloh dan daluman dalam bahasa Bali adalah minuman yang menyehatkan dan menyucikan.
4.    Biji anggur pilihan yang ketika difermentasi menghasilkan minuman terbaik (wine).
5.    Buah buahan pilihan yang disaring atau di jus, diambil sarinya.
6.    Tebu terbaik (manis alami) yang diambil sarinya
7.    Air kelapa muda dari jenis kelapa gading (orange) atau putih pilihan yang rasanya manis alami
8.    Madu atau buah kurma pilihan yang difermentasi atau disaring diambil sarinya.
9.    Ketan putih/hitam pilihan yang difermentasi
10. Air sadapan enau atau kelapa yang difermentasi
11. Sari Ghee atau minyak susu murni

Minuman soma/ambrosia/nectar/zero grade dalam Bhutasamskara umumnya yang dipakai adalah nectar nira atau kelapa (tuak dalam bahasa Bali), nectar ketan hitam atau arak dan nectar anggur atau wine.

Minuman soma/ambrosia/nectar/zero grade dalam proses penyucian yang dipakai adalah sari kelapa, sari tebu, sari buah, sari madu, sari kurma.

Sementara itu minuman soma/ambrosia/nectar/zero grade dalam proses ajyasamskara dalam upacara Trijati Sanyasi yang dipakai adalah Ghee murni, minyak wijen dan sari bunga/daun pilihan.

Penggunaan Tila/Wijen dengan kombinasinya yaitu tepung ataupun ambrosia/nectar tergantung dengan tujuan yang ingin dicapai oleh para Bhakta, baik untuk tujuan material maupun spiritual kesemuanya diperbolehkan oleh Sastra Veda, dengan didukung oleh sloka-sloka yang dapat dipergunakan dalam Homa Yadnya.



HOMA YADNYA
Berikut ini adalah petikan sloka dari Mahanarayana Upanisad dalam hubunganya dengan penyucian dan penyelarasan alam semesta (Bhuta), penyucian diri (pratistha) dan pemurnian diri (samnyasa). Sloka-sloka ini dipersembahkan bersamaan dengan Tila/Wijen yang dikombinasikan dengan tepung dan atau soma/ambrosia/nectar/zero grade.

Agni Sanmukhi Karana, hormat kepada Agni:
om brahma prajapatih rishih
gayatri chandah
shri Vishnu devata
agni sanmukhi karane viniyogah
sujud kepada Brahma Prajapati sebagai Rsi pemimpin upacara, Gayatri sebagai metrum/lagunya, Shri Wishnu sebagai Dewatanya, hormat sujud bhakti kepada Agni


Mahanarayana Upanisad 54
Persembahan: tila/wijen hitam-putih
PRAJĀPATE NA TVAD  ETĀNMANYO  VIŚVĀ  JĀTĀNI PARI TĀ BABHŪVA, YATKĀMĀSTE JUHUMASTANNO ASTU  VAYAMM  SYĀMA  PĀTAYO  RAYĪŅĀM.
Wahai Prajāpati, segala yang lahir tidak berbeda dengan-Mu. Engkau berada di depan mereka dan juga dibelakanya (bila mereka terserap kembali ke dalam-Mu). Mahluk hidup tak dapat mengatasi-Mu. Dengan keinginan apapun kami persembahkan persembahan kepada-Mu, semoga hal ini memuaskan. Semoga kami menjadi penguasa kekayaan.

Mahanarayana Upanisad 56
Persembahan: tila/wijen hitam-putih
TRAYAMBAKAMM  YAJĀMAHE  SUGANDHIMM  PUŞȚI VARDHANAM, 
URVĀRUKAM  IVA  BANDHANĀN  MŔTYOR  MUKŞĪYA  MĀ  MŔTĀT.
Kami mumuja Tuhan ( Śiva ) bermata tiga, yang berbau harum dan yang menghidupi para penyembah secara meningkat. Dengan memuja-Nya, semoga kami mudah terlepas dari kematian, bagaikan mentimun masak yang dengan mudah melepaskan dirinya dari gagangnya. Semoga kami tak terpisahkan dari keabadian.

Mahanarayana Upanisad 58
Persembahan: tila/wijen hitam-putih
MŔTYEVA  SVĀHĀ  MŔTYEVA  SVĀHĀ
Terpujilah ! Semoga ini menjadi suatu persembahan yang diperuntukkan bagi Mŕtyu , sang pembuat kematian

Mahanarayana Upanisad 59
Persembahan: tila/wijen hitam-putih
DEVAKŔTASYAINASO  ’VA YAJANAMASI  SVĀHĀ;
MANUŞYAKŔTASYAINASO  ’VAYAJANAMASI  SVĀHĀ;
PITŔKŔTASYAINASO  ’VAYAJANAMASI  SVĀHĀ;
ĀTMAKŔTASYAINASO  ’VAYAJANAMASI  SVĀHĀ;
ANYAKŔTASYAINASO  ’VAYAJANAMASI  SVĀHĀ;
ASMATKŔTASYAINASO  ’VAYAJANAMASI  SVĀHĀ;
YADDIVĀ CA NAKTAMM CAINAŚCAKŔMATASYĀVAJANAMASI SVĀHĀ;  YATSVAPANTAŚCA JĀGRA  TAŚCAINAŚCAKŔMA  TASYĀVAJANAMASI SVĀHĀ; YATSUSUPTAŚCA  JĀGRATAŚCAINAŚCAKŔMA  TASYĀVAJANAMASI SVĀHĀ;
YADVIDVĀMMSAŚCĀVIDVĀMMSAŚCAINAŚCAKŔMA  TASYĀVAJANAMASI SVĀHĀ; ENASA  ENASO  ’VAYAJANAMASI  SVĀHĀ.
Wahai Agni, Engkau adalah pelepas pelanggaran yang telah kami lakukan terhadap para dewa; Terpujilah Engkau!  Engkau adalah pelepas pelanggaran yang telah kami lakukan terhadap manusia; Terpujilah Engkau! Engkau adalah pelepas pelanggaran yang telah kami lakukan terhadap para leluhur; Terpujilah Engkau!  Engkau adalah pelepas pelanggaran yang telah kami lakukan terhadap diri kami sendiri; Terpujilah Engkau! Engkau adalah pelepas pelanggaran yang telah dilakukan oleh orang lain yang berkaitan dengan kami; Terpujilah Engkau! Engkau adalah pelepas pelanggaran yang dilakukan oleh sanak saudara kami; Terpujilah Engkau!  Engkau adalah pelepas pelanggaran yang dilakukan siang dan malam hari; Terpujilah Engkau! Engkau adalah pelepas pelanggaran yang dilakukan dalam keadaan mimpi dan jaga;  Terpujilah Engkau!  Engkau adalah pelepas pelanggaran yang dilakukan dalam keadaan tidur lelap dan jaga;  Terpujilah Engkau! Engkau adalah pelepas pelanggaran yang dilakukan dengan sadar maupun tak sadar;  Terpujilah Engkau! Engkau adalah pelepas pelanggaran yang dilakukan karena hubungan dengan mereka yang berdosa;  Terpujilah Engkau!


Mahanarayana Upanisad 63.1
Persembahan: tila/wijen hitam-putih
TILĀÑJUHOMI   SARASĀN  SAPIŞȚĀN   GANDHĀRA   MAMA  CITTE   RAMANTU  SVĀHĀ.
Wahai keberadaan Tertinggi; hamba mengaturkan persembahan biji-bibi tila/wijen yang sedap bercampur dengan tepung, ke dalam api suci’ semoga pikiran hamba merasa senang dalam atribut Yang Tertinggi. Terpujilah Engkau !

Mahanarayana Upanisad 63.2
Persembahan: tila/wijen hitam-putih
GĀVO  HIRAŅYAMM  DHANAMANNAPĀNAÀMM  SARVEŞĀMM  ŚRIYAI   SVĀHĀ.
Wahai Tuhan, dengan anugerah-Mu, semoga hamba dapat memperoleh ternak, emas, kekayaan, makanan dan minuman, dan semua obyek, keindahan dan kemakmuran yang diingikan; untuk itu persembahan ini dihaturkan kepada-Mu; Terpujilah Engkau !

Mahanarayana Upanisad 63.3
Persembahan: tila/wijen hitam-putih
ŚRIYAMM CA  LAKŞMIMM CA  PUŞȚIMM CA  KĪRTIMM  CĀNŔŅYATĀM,  BRĀHMAŅYAMM BAHUPUTRATĀM, ŚRADDHĀMEDHE  PRAJĀH    SAMMDADĀTU   SVĀHĀ.
Semoga Tuhan mengaruniai hamba dengan kemakmuran melimpah, kebahagiaan pembebasan, kekayaan, reputasi mulia, kemampuan untuk membayar hutang-hutang kepada para dewa, roh-roh leluhur dan para bijaksana; memperoleh sifat-sifat brāhmaņa ideal, banyak anak, keyakinan, kecerdasan dan cucu-cucu. Semoga persembahan ini dihaturkan untuk itu; Terpujilah Engkau !

Mahanarayana Upanisad 64.1
Persembahan: tila/wijen hitam-putih
TILĀH KŔŞŅĀSTILĀH ŚVETĀSTILĀH  SAUMYĀ VAŚĀNUGĀH,  TILĀH  PUNANTU  ME  PĀPAMM  YAT  KIMMCID  DURITAMM  MAYI  SVĀHĀ.
Wahai Tuhan, melalui anugerah-Mu, semoga biji-biji wijen hitam, biji-biji wijen putih, biji-biji wijen yang menyehatkan, biji-biji wijennya sendiri membersihkan doşā apapun yang terkait dengan hamba atau kesalahan apapun yang ada pada hamba. Untuk itu hamba haturkan persembahan ini; Terpujilah Engkau!

Mahanarayana Upanisad 64.2
Persembahan: tila/wijen hitam-putih
CORASYĀNNAMM  NAVAŚRĀDDHĀMM   BRAHMAHĀ  GURUTALPAGAH, GOSTEYAMM SURĀ PĀNAMM  BHRÜŅAHATYĀ   TILĀ   ŚĀNTIMM   ŚAMAYANTU   SVĀHĀ
Semoga biji-biji wijen yang dipersembahkan ini melepaskan doşā-dośā-ku seperti menyantap makanan yang diberikan oleh pencuri, makan malam pada suatu tempat dimana makanan disediakan dalam kaitannya dengan pembakaran mayat dari seseorang yang bau saja meninggal, pembunuhan seorang brāhmaņa , dengan menghina kehormatan guru, pencurian ternak, minum minuman keras dan pembantian seorang pahlawan atau seorang musuh. Semoga aku memiliki kedamain; Terpujilah Engkau !

Mahanarayana Upanisad 69.1
Persembahan: soma/ambrosia
ŚRADDHĀYĀMM   PRĀŅE   NIVIŞȚO  ‘MŔTAMM   JUHOMI, 
ŚRADDHĀYĀMAPĀNE     NIVIŞȚO     MŔTAMM     JUHOMI,
ŚRADDHĀYAMM    VYĀNE    NIVIŞȚO     MŔTAMM     JUHOMI,  ŚRADDHĀYĀMUDĀNE    NIVIŞȚO     MŔTAMM     JUHOMI, 
ŚRADDHĀYĀMM   SAMĀNE   NIVIŞȚO     MŔTAMM     JUHOMI,
BRAHMAŅI    MA    ĀTMĀMŔTATVĀYA
Mantapkanlah dalam keyakinan agamaku,  aku  haturkan persembahan ambrosia ini ke dalam prāņa  dengan penuh rasa hormat. Mantapkanlah dalam keyakinan agamku, aku haturkan persembahan ambrosia ini ke dalam apāna dengan rasa hormat. Mantapkanlah dalam keyakinan agamku, aku haturkan persembahan ambrosia ini kedalam vyāna  dengan rasa hormat. Mantapkanlah dalam keyakinan agamaku, aku haturkan persembahan ambrosia ini ke dalam udāna dengan rasa hormat.  Mantapkanlah dalam keyakinan agamaku, aku haturkan persembahan ambrosia ini ke dalam samāna dengan rasa hormat. Dengan persembahan ini semoga Diri-ku disatukan dengan Yang Tertinggi (Tuhan), sehingga aku dapat mencapai keabadian.

Mahanarayana Upanisad 69.2
Persembahan: air minum
AMRI TOPASTARANAMAMASI.
Wahai air, Engkau adalah kedudukan Annabrahman, makanan   abadi   yang   menyebar.

Mahanarayana Upanisad 69.4
Persembahan: air minum
AMRITĀPIDHĀNAMASI
Wahai air, Engkau adalah penutup dari Annabrahman, makanan   abadi  


Semoga Mahanarayana melindungi kita semua, menghapuskan segala dosa-dosa kita, dengan bimbingan tiada henti dari Dewa Agni yang senantiasa menjadi Purohita kita semua.



Untuk Kenangan Gempa Bumi Lombok 7 SR
Lombok, 09 Agustus 2018
Penyusun,



SHRI ANANTADAMAR GANACHAKRA


Blog, Updated at: November 19, 2018

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Buku VPA

Harga Rp 100.000 Harga Rp 50.000

Pemesanan silahkan KLIK DISINI
Bank BNI No 0864571776 an VPA Cabang Lombok

vedaposhana.ashram@gmail.com


  


TRI SANDHYA




https://www.ichintb.or.id/p/blog-page_56.html

Pusat Belajar Sansekerta

Bahasa Sansekerta adalah Bahasa Weda sebagai sumber dari segala sumber ilmu. Sebagai Umat Hindu sudah saatnya mengetahui dan memahami isi Kitab Suci Weda dengan belajar Bahasa Sansekerta
Ayo Belajar Bahasa Sansekerta