Gayatri Sirah

Posted by

GAYATRI SIRAH

Gayatrisirah merupakan sirah / kepala / realitas tertinggi dari penyatuan dengan Sang Pencipta.
Mahamantra ini awalnya diuraikan didalam Rg Veda Mandala 3 Sukta 63 sloka 10 sebagai berikut:
          TAT SAWITUR WARENYAM
          BHARGO DEWASYA DHIIMAHI
          DHIYO YO NAH PRACODAYAAT
Selanjutnya mahamantra ini diulang atau dipakai dalam kitab-kitab lainya terutama dalam Mahanarayana Upanishad dan Surya Upanishad, mengingat kedua Upanishad utama ini merujuk kepada pemujaan Surya sebagai realitas tertinggi. Sawitur sendiri adalah merupakan nama ke-10 dari Surya, sehingga sangatlah jelas bahwa pemujaan dengan mantra Gayatri Sawitri ini adalah ditujukan kepada realitas tertinggi Brahman dalam wujud Surya/Sawitri.

Didalam Mahanarayana 35.1 terdapat sloka untuk memanggil  Dewi Gayatri sebagai berikut:
OM OJO ASI SAHO ASI BALAMASI BHRAAJO ASI DEWAANAAM DHAAMANAAMASI WISWAMASI WISWAAYUH SARWAMASI SARWAAYURABHIBHUUROM GAAYATRIM AAWAAHAYAAMI SAAWITRIIM AAWAAHAYAAMI SARASWATIIM AAWAAHAYAAMI CHANDARSII NAAWAAHAYAAMI SRIYAM AAWAAHAYAAMI GAAYATRIYAA GAAYATRII CHANDO WISWAAMITRA RSIH SAWITA DEWATAAGNIRMUKHAM BRAHMA SIRO WISNUHRDAYAM RUDRAH SIKHAA PRTHIWII YONIH PRAANAPAANAWYAANODAANASAMAANAA SAPRAANAA SWETAWARNAA SAAMKHYAAYANA SAGOTRAA GAAYATRII CATURWIMSATYAKSARAA TRIPADAA SAT KUKSIH PANCASIIRSOPANAYANE WINIYOGAH
Wahai Gayatri Engkau adalah inti kekuatan, Engkau adalah kesabaran, daya mengatasi, Engkau adalah kesempurnaan, Engkau adalah kesemarakan, Engkau adalah tempat kediaman para Dewa dan nama nama mereka, Engkau adalah alam semesta, Engkau adalah jangka waktu / peguasa kehidupan, Engkau adalah setiap hal yang hidup, Engkau adalah masa kehidupan semuanya, Engkau adalah pelenyap musuh kami, Engkau adalah kebenaran yang dinyatakan dalam Pranawa OM, aku memanggil Gayatri kedalam hatiku, aku memanggil Sawitri , aku memangil Saraswati, aku memanggil metrum dan para Rsi, aku memanggil cahaya dari para Dewa, dari Gayatri metrumnya adalah Gayatri, Rsinya adalah Wiswamitra, dan Dewatanya adalah Sawitri, Api adalah wajahnya, Brahma adalah kepalanya, Wishnu adalah hatinya, Siwa sebagai rambutnya, Pertiwi sebagai dasarnya/Yoni, semua jenis nafas (prana-apana-wyana-odana-samana) sebagai nafasnya, Gayatri yang cemerlang sebagai Paramaatman yang dicapai oleh para Saamkhya (para suci/tercerahi), Dewata Gayatri memiliki 24 suku kata, yang tersusun dalam 3 pada, 6 selubung dan 5 kepala, Engkau sebagai upanayana Weda (inisiasi Weda).

Didalam sloka ini gayatri seolah merupakan air yang hanya akan mengalir ketempat yang lebih rendah. Jadi kita diajarkan untuk rendah hati, berserah diri, menyesali dan mengakui dosa-dosa, merindukan kemurnian dan cahaya Brahman, sehingga cahaya Sawitur itu akan datang kepada kita. Didalam mantram ini dijelaskan bahwa sesungguhnya Gayatri adalah Brahman itu sendiri dalam wujud realitas kehidupan sebagai yang bersinar terang (matahari/bintang, pusat galaxy/jyotir lingam).
Gayatri juga dikenal sebagai Sawitri dan Saraswati, keberadaan tertinggi dan pendorong dari semua Ciptaan. Gayatri sebagai intisari Veda disebut sebagai Saraswati, dimana Veda dinyatakan sebagai kolam/saras ilmu pengetahuan yang maha luas.
Secara tradisional Gayatri (sebagai pelindung dan penghapus dosa) merupakan nama yang diberikan kepada Dewata di pagi hari, Sawitri (sebagai yang menyinari alam semesta) pada tengah hari dan Saraswati (sebagai aspek mewujudkan kata-kata) pada sore hari. Hal ini erat juga kaitannya dengan Brahma-Wishnu-Siwa sebagaimana halnya warna Merah-Hitam-Putih.

Sebagai intisari dari semua mantra, Gayatri dilantunkan dengan membayangkan Jyotir lingga atau sinar super terang terang trilyunan matahari didalam hati, yang lambat laun sinar ini akan menyatu dengan sang diri dalam kekosongan, keheningan sejati dalam suara kosmis AUM (ooooooongmmm).

Selanjutnya, Gayatrisirah sebagai mahamantra diuraikan dalam Mahanarayana 35.2 berikut ini:
OM BHUR BHUVAH SVAH
MAHAH JANAH TAPAH SATYAM
OM TAT SAVITUR VARENYAM
BHARGO DEVASYA DHIIMAHI
DHIYO YO NAH PRACODAYAAT
OM AAPO JYOTII RASO AMRITAM
BRAHMA BHUR BWAH SWAR OM

Om Brahman, budhi kami pusatkan kepada tujuh lapis alam
kami memusatkan pikiran kepada Brahman yang abadi, sang pencipta, yang layak dipuja, tanpa awal dan akhir, sinar kebijaksanaan, kebenaran yang abadi
bimbinglah kami menuju kesempurnaan/pencerahan
lindungilah kami dari rendaman karma
anugerahi kami segala kesempurnaan hidup
semoga Brahman memberkati pada ketiga dunia
Gayatri ini adalah mantra utama dalam pemujaan Surya Narayana, yang terdapat dalam bait/sloka ketiga Surya Upansihad, yang membuktikan betapa istimewanya Gayatri sebagai mantra utama pemujaan Surya.
Mantra tersebut terdiri dari empat unsur yakni; Pranawa, Wyahrti, Gayatri dan Gayatrisirah, membentuk keseluruhan unit mantra.
Menurut Manu, mantra ini harus diulang ulang secara mental (tanpa suara – didalam hati) dengan jelas dan penuh konsentrasi selama penahanan nafas didalam. Jadi, mantra ini digabung atau diucapkan secara mental pada saat pranayama, dimana pada sloka 35.1 sebelumnya dijelaskan bahwa nafas dari gayatri ini adalah Panca Prana, sehingga Gayatri dan nafas / panca prana adalah merupakan satu paket yang tak terpisahkan.

Kesimpulan Meditasi/Japam Gayatrisirah:
1.    Sebelum Puja Gayatri, terlebih dahulu adalah Puja Ganesha Mahaguru
2.    Mantra memanggil gayatri dengan Mahanarayana 35.1 diatas
3.    Gayatri Mantra – Cahaya Terang / Jyotir Linggam – Panca Prana
dikonsentrasikan secara penuh agar spiritual yang terpendam dalam inti
keberadaanya didalam Hrdaya (hati yang paling dalam) terbangkitkan dan
layak untuk mengadakan pertemuan dengan realitas tertinggi Brahman.

Para penyembah bermeditasi pada Bharga-nya, yakni sinar suciNya yang berjumlah 4 (caturvida purusaartha) yang terpendam dikedalaman hati, sehingga para pemujaNya diberikan Dharma-Artha-Kama-Mokhsa secara sempurna. Sinar/Bharga/Bhargo Caturvida Purusaartha inilah yang diharap-harapkan oleh semua Bhakta yang mencari pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian, berharap kepada Brahman Yang Tertinggi untuk menuntun para Bhakta  menuju pencerahan tertinggi.


Lombok, 1 Mei 2017
Dikumpulkan oleh,


SHRI ANANTADAMAR GANACHAKRA

Pandita Agni – Siswa Yogarsi


Blog, Updated at: November 19, 2018

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Buku VPA

Harga Rp 100.000 Harga Rp 50.000

Pemesanan silahkan KLIK DISINI
Bank BNI No 0864571776 an VPA Cabang Lombok

vedaposhana.ashram@gmail.com


  


TRI SANDHYA




https://www.ichintb.or.id/p/blog-page_56.html

Pusat Belajar Sansekerta

Bahasa Sansekerta adalah Bahasa Weda sebagai sumber dari segala sumber ilmu. Sebagai Umat Hindu sudah saatnya mengetahui dan memahami isi Kitab Suci Weda dengan belajar Bahasa Sansekerta
Ayo Belajar Bahasa Sansekerta