Om Tat Sat Manawa Adalah “Anak Keabadian”

Posted by


oleh : Acharya Rishi Sadhu Giriramananda


VEDANTA , menyatakan ada enam musuh yang keberadaanya laten dalam diri setiap manusia. 1. Kama/ keinginan, 2. Krodha / kemarahan, 3. Lobha/keserakahan, 4. Moha/ kayalan, 5. Mada/ kesombongan dan keangkuhan, 6. Matsarya/iri hati. 

Namun manusia sendiri bisa mengatasi sad ripu itu dan mengalahkan dengan kekuatan spiritual serta berusaha terus memurnikan pikiran . Dari sad ripu itu dua diantaranya, kama dan krodha , disebutkan paling berbahaya . Jika kama dan krodha itu dapat dikendalikan dengan kemurnian pikiran, maka empat lainnya akan lebih mudah. 
Jnana, yang tersembunyi dalam diri manusia ditutupi dengan kama dan krodha itu. Energi rajas dan tamas yang memotivasi pikiran menuju kama dan krodha harus dirubah menjadi energi satwam yang murni. 

Swami Sankaryacharya, dalam Vivekacudamani , Sloka 181, mengatakan 
“Tanmanah sodhanam karyam prayatnena mumuksuna” mereka yang berusaha memiliki kebebasan jiwa harus melatih kemurnian pikirannya dengan kerja keras. 
“Visuddhe sati caitasmin muktih karapalayate” ketika pikiran menjadi murni, selanjutnya akan bisa mewujudkan mukti, pembebasan akan menjadi buah yang bisa diraba di telapak tangan seseorang. 
“Indriyebhya param manah” Sesungguhnya manas lebih unggul dan mengontrol indria sensorik. 
“manasastu para buddhih” Buhdhi lebih unggul dari manas. 
“Budhi yi buddheh paratah tu sah” Apa yang lebih unggul dari Budhi adalah Dia atau Atman. 

Kebenaran Atman atau Brahman, disebut dalam Vedanta, dalam berbagai cara “ Om Tat Sat” 
Om itu Kebenaran. “Tat twam asi” itu adalah kamu. Sebuah fitur khusus dari kebenaran , ia selamanya murni, selamanya bebas dan selamanya bercahaya. Itu adalah ajaran tertinggi dari Vedanta. 
Tidak ada dosa yang mempengaruhi Atma. Tidak ada infeksi menyentuh Atman. Itu sebabnya Atma selalu disebut bebas. Itu hanya ada dalam Vedanta, dari ajaran ajaran mistik di seluruh dunia. 

Apa yang disampaikan Mahareshi Veda dari Svetasvatara Upanisad, sebagaimana dideklare Swami Wiwekananda di Amerika, “srnvantu” tolong dengarkan. Visve artinya Alam Semesta dimana mana. 

Ketika berbicara tentang kemanusiaan pandanganya. “Amrtasya putrah” manusia sejatinya, Anak anak keabadian. Wahai anak anak keabadian aku punya kabar baik untukmu. “Veda aham etam” bukan saja Aku tahu kebenaran itu, bahkan Aku telah menyadari dan mengalami kebenaran itu. “Saya telah menyadari diri yang terbatas ini ada pada yang tidak terbatas Atman. “Vedahametam purusam mahantam” Aditya Varnam” mulia atau bercahaya seperti Matahari. Tamasah Parastat, melampaui segala kegelapan dan kebodohan. “Itulah kebenaran yang saya sadari” tam eva viditva atimrtyumeti, “Kamu juga harus menyadari kebenaran ini supaya abadi” itu sejatinya hak sendiri, karena itu tidak perlu meminjam kebenaran itu dari orang lain. “Nanyah pantha vidyate ayanaya” tidak ada cara lain , tidak ada cara lain menuju kebebasan

“Nanyah pantha vidyate” tidak ada cara lain, menyadari kebenaran ini walaupun sedikit, bahkan sekilas dapat mengubah hidup manusia. Konon setelah mendengar “kebenaran itu, seorang individu yang korup, ia sangat terinspirasi kemudian berubah kehidupnya menjadi baik dan jujur dengan sikap pelayanan kepada kemanusiaan yang luar biasa. Demikian catatan ringan kompilasi dari Giriramananda 

Acharya Rishi Sadhu Giriramananda




Blog, Updated at: Mei 21, 2020

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Buku VPA

Harga Rp 100.000 Harga Rp 50.000

Pemesanan silahkan KLIK DISINI
Bank BNI No 0864571776 an VPA Cabang Lombok

vedaposhana.ashram@gmail.com


  


TRI SANDHYA




https://www.ichintb.or.id/p/blog-page_56.html

Pusat Belajar Sansekerta

Bahasa Sansekerta adalah Bahasa Weda sebagai sumber dari segala sumber ilmu. Sebagai Umat Hindu sudah saatnya mengetahui dan memahami isi Kitab Suci Weda dengan belajar Bahasa Sansekerta
Ayo Belajar Bahasa Sansekerta