Anugraha Shiva Murni, Bukan Hasil "Bercanda"

Posted by


Kompilasi : Acharya Rishi Sadhu Giriramananda 

ANUGRAHA  sejatinya merupakan berkah unlimited dari Paramashiva, Karena itu 'Anugraha" Shiva yang merupakan amrithya -keabadian dan juga mukti - kebebasan itu,   bukanlah  merupakan hasil guyon, memboya,, bercanda  dan pastinya bukan pula  justifikasi sempit tak komprehensif. Anugraha itu didapatkan dari kerja keras shadana, disiplin moral, kerendahan hati dan cinta kasih kepada semua mahluk. Metode untuk  mendapatkan anugraha itu secara global  dibagi menjadi empat kelompok: 1.Aanavopaaya, 2.Saktopaaya, 3.Shambavopaaya dan 4.Anupaaya. 
Upaya upaya itu disarankan untuk melepaskan rasa malas, termasuk avidya,, dengan demikian seorang pencari/yoga menjadi pantas menerima anugraha. 

1.Anaavopaya 
Adalah metode dimana sang seeker / yogi menggunakan karana , peralatan sendiri sebagai strategi untuk menjelmakan perwujudan  dirinya.  Anavopaya termasuk disiplin  mengaturan prana, ritual, kosentrasi pada shadana yang dipilih dst. Dengan disiplin itu menyebabkan  terbukanya madhya dhama atau sumsumna pusat saluran tengah prana dalam alur kundalini, yang di sisi kanannya disebut pinggala dan kiri adalah ida. Ia disebut juga kriyopaada, sebab Kriya seperti pengulangan mantra , praktek ritual dan seterusnya memainakan peranan penting padanya.  Anaavopaya, juga disebut bhedopaya , sebab disiplin ini mulai dari perasaan bahwa dirinya berbeda dan terpisah dari orang lain dan juga alam semesta. 

2.Saaktopaya
Memandang dengan praktek praktek psykologis yang akan menjelmakan kekuatan kekuatan bathin yang menyebabkan individu samaavesaa, atau pencelupan kesadaran individu kepada Dewata. Dalam kaitan ini sebagian  besar mantra sakti memegang peranan penting. Dengan disiplinnya sang yogi mendapatkan praatibha jnnana atau  pengetahuan sejati. Kemudian secara gradual, bertahap perasaan dualitas makin lama makin berkurang dan  kemudian meningkatnya  kesadaran bersatu para samvid - bersatunya prakasa dan vimansa. Dalam disiplin itu seorang yogi harus bermeditasi pada mantra 'Hamsah" so ham yang artinya Aku Shiva, lebih baiknya dengan omkara yang merupakan pranawa , sabda brahman, bermeditasi pada seluruh alam semesta hanya perluasan dari diriku yang sejati. Di dalam Aanupaya, indria -indria , prana dan manas ditekan menjadi kebaktian. Sedangkan di dalam saaktopaaya, hanya manas berfungsi dengan aktif. Model seperti itu disebut jnanopaya.  Alasannya, aktivitas mental memegang peranan penting dalam praktek itu. lumrah juga disebut sebagai bhedaabheda upaaya, sebab ia didasarkan baik perbedaan pada pada tahap awal antara diri individu tidak sama dengan Shiva, dan persamaan Aku dan Shiva , secara lengkap sama. Dengan ini kundalini naik dari muladhara tanpa begitu banyak usaha mengontrol prana untuk menyebabkan perwujudkan Diri Sejati. 

3.Saambhavopaaya 
Adalah cara untuk bagi para pencari /yogi yang sudah maju, dengan cara bermeditasi pada Shivattatva untuk mencapai kesadarannya , Atma saksatkara. Metode ini merupakan jalan kesadaran yang terus menerus. Seorang pencari/yogi akan mulai dengan Panca Krtya : -Penciptaan, ,Pemeliharaan,, Pengembalian, vilaya menutupi hakekat sesungguhnya/ penyembunyiaan dan anugraha. Shadana dari vikalpaksaya - peniadaan proses berpikir dan praktek kesadaran , bahwa alam semesta ini adalah pantulan dari cit, hal itu menuntun pada kesadaran Aku murni.

4.Anupaya
Hal ini tergantung seluruhnya pada anugraha dan karunia. Karunia itu bisa diterima dari perkataan seorang guru atau cahaya alias bhargo, parambrahma jyotir, yang turun pada seorang yogi, jadi dia akan dapat memperoleh pengalaman diri sejati melalui  karunia Dewata. Anugerah  itu dapat memancar langsung  kepada sang yogi  dan ia dapat mewujudkan dirinya  sejati. Dengan praktek intensif seorang yogi akan mendapatkan samaavesa, merupakan penyelupan menuju kesadaran. Agar anugerah samaveca itu diterima penuh, sang yogi dituntut selalu  sabar, bershadana gigih menuju kesempurnaan, yang yogi harus mempraktekkan krama -mudra, kondisi dimana pikiran oleh kekuatan samaveca mengayun sela menyela di antara internal (Diri atau Shiva) Dengan krama -mudra, pengalaman penyamaan kesadaran individu dan kesadaran universal harus dilakukan menuju pengalaman dari dunia luar. Sistem itu tidak percaya, Samaveca itu berakhir sepanjang samadhi dan lenyap setelah sang yogi bangun dari kesadaran itu.   Ia percaya samaveca tetap sempurna meski sudah bangun dari kesadaran samadhi. Kemudian berlanjut, dunia ini  tidak tampak semata mata dunia dan keduniawian, tetapi memakai cahaya langit, sebagai ekpresi dan permainan Kesadaran Universal. Dan para pencari merasakan dirinya bukan apa apa melainkan hanya kenikmatan kekal - jagadaananda , seorang yogi itu akhirnya benar benar mendapatkan akrtrima aham vimarsa , merupakan kesadaran Aku murni ,dimana dunia tidak ditunda terhadap Aku,dalam pertentangan, tetapi merupakan ekpresi dari Aku itu sendiri. Itu adalan konsepsi jivan mukti. Proses dunia melalui  kesadaran Aku murni Shiva. Tugas manawa itu adalah memandang kembali bahwa kesadaran Aku dan alam semesta itu adalah satu. Karena itu, pastilah tahap seperti itu  tidak dapat dicapai semudah membalikkan telapak tangan. Sistem itu mengakumulasikan hirarkis yang naik bertahan dalam proses evolusi menuju kesadaran Aku Murni Shiva, Shivoham , Shivoham. Disadarai manawa normal itu memiliki atau diliputi tiga  "mala" yakni karma, maayiya dan aanava. Setelah banyak kelahiran dilalui dalam proses punarbawa, yang merupakan permainan kanak kanak dari alam baik fisik dan psyikis, namun dari mana dan kemana kehidupan ini sejatinya merupakan anugraha Shiva.  Manawa itu berproses melalui , mantra , mantresvara, mantra mahesvara dan Shiva pramata. Untuk membebaskan dari semua mala, dari berbagai pengalaman penunggalan bhatin yang diperoleh dengan shadana strike , mencapai tahap  Shiva pramata, bahwa kesadaran bhatin sang yogi itu , bahwa ia dalam kondisi apapun adalah Shiva. Involusi mulai dari kesadaran Aku murni Shiva, Evolusi mendapatkan kembali menuju kesadaran murni yang sama. Bagaimanapun,  para musafir ,pesiarah sejati, yogi dengan berbadan pancamahabhuta ini, pada akhirnya mereka itu pulang kembali menuju rumah abadi Shivapada. Namun idealnya, diupayakan  di setiap moment dijadikan  “kesempatan emas” memperkaya pengalaman kemuliaan Shiva,  yang telah diyakinini dengan shrada dan komitmen kuat dalam perjalanan merealisasikan Shivoham, Shivoham - kesadaran Shiva . 

Dengan cara itu sang yogi shiva akan senantiasa  terus bisa tenang dalam Kesunyataan. Ia pun menyeru: 'Svantantrah svacchaatma statam cetasi shivah, parashaktisceyam karanasaranipraata muditaa, tada bhogaikaama sphurati ca samatam jagadidam na jaane kutraayam dhaniranupatet samssrtiriti'' Maksudnya :  ''Itu adalah Shiva sendiri, dari Kehendak tak terhalangi dan kesadaran jernih yang selalu gemerlapan di dalam hatiku. Itu adalah Shakti tertinggi, ia selalu yang bermain pada ujung indria -indriaku. Seluruh dunia berseri seperti kenikmatan menakjubkan dari kesadaran Aku murni, sungguh sungguh tidak mengetahui bunyi yang dikaitkan dengan dunia,'' 

Demikian kompilasi dari Acharya Rishi Sadhu Giriramananda, kurang lebih aksamaan,, Om Tat Sat Asthu , Ang Ah Hrih, om Kham Brah Esa Paramashivastah Omkara ya namah













Acharya Rishi Sadhu Giriramananda 


Blog, Updated at: Agustus 31, 2020

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Buku VPA

Harga Rp 100.000 Harga Rp 50.000

Pemesanan silahkan KLIK DISINI
Bank BNI No 0864571776 an VPA Cabang Lombok

vedaposhana.ashram@gmail.com


  


TRI SANDHYA




https://www.ichintb.or.id/p/blog-page_56.html

Pusat Belajar Sansekerta

Bahasa Sansekerta adalah Bahasa Weda sebagai sumber dari segala sumber ilmu. Sebagai Umat Hindu sudah saatnya mengetahui dan memahami isi Kitab Suci Weda dengan belajar Bahasa Sansekerta
Ayo Belajar Bahasa Sansekerta