Mengapa Melantunkan “Sri Rudram”

Posted by




Kompilasi oleh Acharya Rishi Giriramananda

Trayambakam yajaamahe sugandhim pusthivardhanam
Urvaarukamiva bandhanaam
Mrtyormukhsiiya Maa’mritat

“Kami memuja dan menyembahMu, Wahai Shiva yang penuh welas asih , Tuhan penguasa dan menyebar keharuman. Engkau yang bermata tiga / threentra memelihara makluk dengan penuh kasih sayang dan menganugerahkan kemakmuran yang semakin meningkat, laksana mentimun matang lepas dari cangkangnya. Semoga kami diselamatkan dan dibebaskan dari cekraman kematian. Anugerahkan kami pembebasan ( moksha) dan karena itu janganlah kita berpaling dari pencerahan dan pembebasan itu."

Subha shitam:
Dengan membaca Veda satu kali, konon akan menjadi murni saat itu juga. Tetapi dengan membaca Rudram, di saat berikutnya akan sangat dasyat karena Engkau akan tersucikan. Ayat lain menyatakan, dimanapun mengidungkan , menembang atau pelantun Rudram yang berbakti dan khusuk itu berada apakah di desa atau di kota, maka tempat itu akan bebas dari penyakit, kekeringan, pencurian dan penyakit penyakit lainnya.
Vayu Purana, bahkan memperluas dan menegaskan keagungan dan pentingnya membaca Rudram itu. Camakam namakam Caiva paurunasuktam tathaiva ca nityam trayam prayunnjjano brahmaloke mahiiyate. “Apabila Engkau menghidungkan , melantunkan serta mengumandangkan Chamakan, Namakham dan Purusha Suktam setiap hari, maka Engkau akan dimuliakan di Brahma loka”
Sedangkan Shiva Purana menegaskan, dengan menghidungkan dan melantunkan Rudram, engkau meraih keduanya Bhukti , kesejahteraan duniawi dan juga Mukthi, pembebasan alias Moksah.

Jabala Upanisad, memperkuat pada suatu hari murid murid yang menekuni Pengetahuan Suci Veda bertanya kepada Maharishi Yajnavalkya. Dapatkan kita meraih dan mencapai kehidupan abadi dengan berjapa mantra mantra saja? Yajnavalkya menjawab. Dengan menghidungkan “satarudriya” atau Sri Rudram secara berulang ulang engkau menjadi abadi, karena nama Tuhan yang terkandung di dalamnya adalah nektar, alias minuman keabadian.
Sedangkan Kaivalya Upanisad juga menegaskan, siapapun yang membaca “Satarudriya” maka ia akan menjadi semurni api, semurni udara dan akan mencapai Pencerahan Abadi. Dengan melantunkan dan mengidungkan Sri Rudram, serta memahami arti dan maknanya, akan memandu Engkau mengalami “Easwara Bhawam” - melihat dan merasakan Tuhan dalam segala sesuatu dan dalam setiap orang.
Sedangkan Bhagawan Sri Satya Sai Narayana, pada Agustus 2006 pada pelaksanaan Ati Rudram di Prasanti Nilayam, menyatakan sebagai berikut. “KU bawa Veda harus disebarluaskan ke setiap negara, sehingga setiap umat manusia, terlepas dari kasta, dengan mempelajari Veda dan melantunkannya. .. sarvada sakrutva japed anena gnanamapnogi, siapa saja yang selalu mengidungkan secara berkesinambungan, maka ia akan mencapai enlingthenment - pencerahan sempurna.

śrī rudra praśnaḥ

kṛśhṇa yajurvedīya taittirīya saṃhitā
chaturthaṃ vaiśvadevaṃ kāṇḍam pañchamaḥ prapāṭhakaḥ

oṃ namo bhagavate' rudrāya ||
nama'ste rudra manyava' utota iśha've nama'ḥ |
nama'ste astu dhanva'ne bāhubhyā'muta te nama'ḥ ||

yā ta iśhu'ḥ śivata'mā śivaṃ babhūva' te dhanu'ḥ |
śivā śa'ravyā' yā tava tayā' no rudra mṛḍaya |

yā te' rudra śivā tanūraghorā'pā'pakāśinī |
tayā' nastanuvā śanta'mayā giri'śantābhichā'kaśīhi ||

yāmiśhu'ṃ giriśanta haste bibharśhyasta've |
śivāṃ gi'ritra tāṃ ku'ru mā hig'ṃsīḥ puru'śhaṃ jaga't||

śivena vacha'sā tvā giriśāchChā'vadāmasi |
yathā' naḥ sarvamijjaga'dayakśhmagṃ sumanā asa't ||

adhya'vochadadhivaktā pra'thamo daivyo' bhiśhak |
ahīg'^ścha sarvā''ñjambhayantsarvā''ścha yātudhānya'ḥ ||

asau yastāmro a'ruṇa uta babhruḥ su'maṅgaḻa'ḥ |
ye chemāgṃ rudrā abhito' dikśhu śritāḥ sa'hasraśoavaiśhāgṃ heḍa' īmahe ||

asau yo''vasarpa'ti nīla'grīvo vilo'hitaḥ |
utaina'ṃ gopā a'dṛśan-nadṛ'śan-nudahārya'ḥ |
utainaṃ viśvā' bhūtāni sa dṛśhṭo mṛ'ḍayāti naḥ ||

namo' astu nīla'grīvāya sahasrākśhāya' mīḍhuśhe'' |
atho ye a'sya satvā'no'haṃ tebhyo''karannama'ḥ ||

pramu'ñcha dhanva'nastvamubhayorārtni' yorjyāṃ |
yāścha' te hasta iśha'vaḥ parā tā bha'gavo vapa ||

avatatya dhanustvagṃ saha'srākśha śate'śhudhe |
niśīrya' śalyānāṃ mukhā' śivo na'ḥ sumanā' bhava ||

vijyaṃ dhanu'ḥ kapardino viśa'lyo bāṇa'vāgṃ uta |
ane'śannasyeśha'va ābhura'sya niśhaṅgathi'ḥ ||

yā te' hetirmī'ḍuśhṭama haste' babhūva' te dhanu'ḥ |
tayā'smān, viśvatastvama'yakśhmayā pari'bbhuja ||

nama'ste astvāyu'dhāyānā'tatāya dhṛśhṇave'' |
ubhābhyā'muta te namo' bāhubhyāṃ tava dhanva'ne ||

pari' te dhanva'no hetirasmān vṛ'ṇaktu viśvata'ḥ |
atho ya i'śhudhistavāre asmannidhe'hi taṃ || 1 ||

śambha've nama'ḥ | nama'ste astu bhagavan-viśveśvarāya' mahādevāya' tryambakāya' tripurāntakāya' trikāgnikālāya' kālāgnirudrāya' nīlakaṇṭhāya' mṛtyuñjayāya' sarveśva'rāya' sadāśivāya' śrīman-mahādevāya nama'ḥ ||

Makna Anuvaka Satu :
Anuvaka satu terdiri dari sebelas suktha ( himne/ madah/ eulogi Veda) Pada Anuvaka pertama ini Rudra disembah untuk memohon belas kasih Nya. Permohonan dipanjatkan dengan khusuk kepada Rudra agar merubah Ghora Rupa Nya Raudram ( rupanya Rudra yang menakutkan dan mengerikan ). Di Anuwaka ini juga agar kita dijauhkan dari Senjata Nya yang dashyat dan senjata para pengikutnya. Setelah ditenangkan dengan doa doa, dan puji pujian , Rudra dimohon berkenan menghancurkan dosa dosa para Baktanya, yogi yang khusuk memuja dan meditasi. Anuvaka pertama
ini dapat digambarkan sebagai Anuvaka teror yang menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Rudra disembah guna memohon turunnya anugerah atau rahmat dari Parameshvara/ Tuhan Yang Maha Esa. Rudra ditenangkan dengan pujian yang dengan cara menyangjung dan merayu Nya. Parameswara digambarkan memiliki delapan wujud / astha murthi - yakni Bumi, Air, Api, Angin, Akasa/ Ether, Candra/ Bulan, Surya/ Matahari dan Yajamana / yang selalu berkorban. Di samping Sri Rudram ini sebagai himne yang dipersembahkan kepada Lord Shiva. Sri Rudram juga mengandung kode format rahasia. Seperti ayat ayat mengandung intruksi rahasia untuk meramu mempersiapkan beragam jenis obat obatan Ayurveda. Manfaat mengidungkan dan melantunkan Anuwaka pertama ini antara lain untuk menghancurkan semua dosa dosa mendapatkan perlindungan dan kasih Karunia Ilahi , melindungi diri dari kelaparan bebas dari rasa takut , mendapatkan makanan serta melindungi sapi- sapi. Melepaskan diri dari ketakutan saat ajal kematian datang. Sebagai Khawaca , perisai, pelindung dari Demam, racun berbisa hingga virus virus mematikan. menyembuhkan semua penyakit yang sulit disembuhkan, menghancurkan ketakutan dari binatang puas seperti harimau , pencuri , monster setan , iblis , raksasa dan makhluk makhluk jahat lainnya, menyembuhkan gangguan janin, membebaskan pengaruh planet dan bintang yang buruk , serta karma karma buruk. Pemenuhan keinginan bukan saja material tetapi juga Rohani. Selain itu agar hujan turun menurut waktunya secara berlimpah. Untuk melindungi keluarga , mendapatkan anak baik dan tekun berbakti kepada Tuhan. Selain itu, menghancurkan serta membebaskan diri dari musuh musuh termasuk menyingkirkan bencana nasional yang menimpa satu negeri demi kemajuan Peradaban masyarakat manusia dan juga kemajuan si Pelantun , Pengidung sehingga pada akhirnya semua keinginannya terpenuhi. 
Demikian catatan ringan Acharya Rishi Giriramananda. Kirang langkung ampurayang. Om Tat Asthu Svaha Om Kham Brah Esa Paramashivastah

Acharya Rishi Giriramananda


Blog, Updated at: Juni 05, 2020

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Buku VPA

Harga Rp 100.000 Harga Rp 50.000

Pemesanan silahkan KLIK DISINI
Bank BNI No 0864571776 an VPA Cabang Lombok