RITUAL PENGHORMATAN KEPADA ORANG TUA (Matru Pitru Vandanam)

Posted by



Yayasan Dvipantara Samskrtam melaksanakan ritual penghormatan kepada orang tua (Matru Pitru Vandanam)  bertempat di Sekar Tunjung Center Denpasar Jumat, 14 Februari 2020.
Peserta Matru Pitru Vandanam ke-3 tahun 2020 ini berjumlah 69 orang berasal dari beberapa kabupaten di Bali. Beberapa pandita dari Veda Poshana Ashram rutin bergabung sejak awal pelaksanaan kegiatan ini pada 2017.
Ritual kali ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Valentine's (Kasih Sayang) se-Dunia dan perayaan Hari Sugihan Bali.
Hadir memberikan sambutan Anggota DPD RI dan President World Hindu Parisad Bapak Dr. Made Mangku Pastika, MM.

Ketua Yayasan Dvipantara Samskrtam Pandita Agni Acharya Rishi Premadasa menangarai pemaknaan dari perayaan Hari Kasih Sayang  saat ini masih terbatas pada cinta kasih sepasang kekasih yang cenderung mengarah ke hal-hal yg keliru.
Dalam rangka itu  menurutnya perlu  diingatkan kembali cinta kasih yg tak pernah mati, cinta kasih agung antara orang tua dan anaknya. Cinta kasih ini akan menjadi tonggak kejayaan bangsa ketika setiap anak menguatkan cintakasih kepada orang tuanya seperti termuat dalam ajaran-ajaran Veda, Upanisad, Itihasa yaitu matrdevo bhavah, pitrdevo bhavah (Ibu dan Ayah adalah perwujudan Deva).
Tradisi luhur ini patut dikembalikan agar setiap orang tua selalu memberikan anugerah dan doa-doa utama kepada anaknya supaya menjadi  suputra atau anak yang berbakti kepada orang tua.
Setiap anak di Nusantara menurut dosen dan Ketua Pusat Kajian Pancasila Samskrtih Nusantara Universitas Warmadewa ini agar sadar kembali dengan tanggung jawab utama sebagai generasi penerus  dan selalu memiliki pandangan bahwa orang tua sebagai perwujudan deva sekala di bumi ini.Beliau inilah yg memberikan kelahiran, nafas , kasih sayang kehidupan, bahkan perjungan untuk pendidikan yg terbaik bagi putra putrinya!

Begitu pula dalam Purana Deva Ganesha  telah memberikan pelajaran pada kita semua saat diuji oleh Shivaparvati untuk berlomba dengan saudaranya Deva Kumara. Siapakah yg mampu mengelilingi bumi dan langit paling cepat dia akan mendapatkan hadiah utama. Deva Kumara dengan kendaraan meraknya, terbang tak terkejar dan Deva Ganesha dengan kecerdasannya meminta ayah ibunya duduk dan Beliau mengelilinginya tiga kali kemudian sujud sungkem di kaki kedua orang tuanya.
Ketika Deva Shiva menanyakan apa maksud dari semua itu, Deva Ganesha menjawab tidak ada yang lebih berat dari beban seorang ibu dan tidak ada cinta kasih setinggi kasih sayang Ayah. Deva Shiva sangat puas dengan jawaban itu dan sebagai hadiahnya Beliau menganugerahkan dua shakti (pendamping) untuk Ganesha yaitu Siddhi dan Buddhi. 
Siddhi artinya kemampuan untuk sukses dan Buddhi artinya kecerdasan menimbang baik atau buruk. Bahwa anak  yg mempunyai bhakti yg tulus pada orang tuanya mereka itu dijamin sukses dan punya kecerdasan yg  benar dalam kehidupannya.

Ada banyak kisah teladan cinta kasih seperti ini dimana seorang anak yang mencapai puncak kesuksesan karena bhakti yg tulus kepada orng tuanya, seperti Raama dan saudara-saudaranya, Pandawa, Sravana Kumara, Mahatma Gandhi, Naciketa, Soekarno dan banyak lagi yang lainnya.
Ketua Yayasan Dvipantara Samskrtam berharap melalui ritual ini setiap anak selalu membuat orang tua berbahagia dengan mengembangkan bhakti lewat pikiran perkataan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota DPD RI Dr. Made Mangku Pastika, MM mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan sederhana tetapi penuh makna dan nilai-nilai luhur seperti ini perlu terus dikembangkan. Kegiatan Matru Pitru Vandanam ini bisa dijadikan sebagai momentum untuk menumbuhkan kasih dan bhakti anak pada kehidupan sehari-hari. Menurutnya, cinta kasih anak dengan orang tua bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana misalnya setiap datang dan pergi selalu mohon restu orang tua, mendengarkan petuah-petuah oranga tua, dan orang tua agar selalu mendoakan anak-anaknya agar menjadi suputra dalam kehidupannya.

President World Hindu Parisad ini berharap kegiatan seperti ini bisa dilalukan lebih masif oleh pasraman-pasraman maupun sekolah-sekolah untuk bisa melahirkan generasi bangsa yang tidak hanya cerdas tetapi juga bijaksana.
Dengan demikian bisa dipastikan ajaran-ajaran luhur nusantara dan sanathana dharma akan kembali menjadi acuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
(Peliput: Dr. I Wayan Gede Suacana, M.Si.)







Blog, Updated at: Februari 15, 2020

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Buku VPA

Harga Rp 100.000 Harga Rp 50.000

Pemesanan silahkan KLIK DISINI
Bank BNI No 0864571776 an VPA Cabang Lombok

vedaposhana.ashram@gmail.com


  


TRI SANDHYA




https://www.ichintb.or.id/p/blog-page_56.html

Pusat Belajar Sansekerta

Bahasa Sansekerta adalah Bahasa Weda sebagai sumber dari segala sumber ilmu. Sebagai Umat Hindu sudah saatnya mengetahui dan memahami isi Kitab Suci Weda dengan belajar Bahasa Sansekerta
Ayo Belajar Bahasa Sansekerta