Rahasia Capai Umur 116 Tahun Dengan Skema Mantra Chandogya Upanisad

Posted by

oleh: 
Acharya Rishi Sadhu Giriramananda 


Apakah dalam  Hindu  ada suatu formula rahasia  bisa mencapai umur di atas rata rata normal hingga  116 tahun?  Ternyata  ada, warisan “raja guhya” itu jika diikuti segala intruksi dari Chandogya Upanisad. Menurut Upanisad itu memungkinkan nara/ manawa ini menjaga , bisa mempertahankan umurnya  hingga di atas satu abad . Sebab  ada formula atau “mantra rahasia”  untuk itu mengacu pada teks  Chandogya Upanisad Bab III. 16 . 1-5 itu . Dalam rentang umur 116 tahun dibagi menjadi tiga fase.  fase 24 tahun pertama.  Kemudian  fase kedua 44 tahun dan fase terakhir 48 tahun. Jika ada kesulitan setiap fase ,  ada suatu afirmasi rahasia berkompromi secara bijaksana dengan Dewa Kematian yang hendak menjemput roh kita. Bisa jadi ada yang  tertarik silahkan dengan happy menyimak formula rahasia itu. Namun bagi semeton yang tidak berkenan ampure , mohon diabaikan saja. Lalu bagaimanakah skema mantra itu agar bisa  panjang umur hingga 116 tahun itu? 

“Puruso vaava yajnnah tasya yaani catur vimsati varsaanu , tat pratah savanam, catur vimsaty aksaram gayatri , gayatram pratah savavam tad asya vasavo ‘ nvaayattah , praana vaava vasavah , ete hiidam sarvam vaasayanti” 
Sesungguhnya kehidupan ini sebuah yadnya. 24 tahun pertama termasuk persembahan pagi hari. Wirama Gayatrilah yang mempunyai 24 aksara. Karena itu persembahan pagi hari itu dengan Mantra Gayatri. Bagian yadnya ini dihubungkan dengan Para Vasu. Salah satu keturunan Vasu itu adalah Bhisma, putra Gangga. Napas vital itu adalah Vasu, sebab merekalah yang mengakibatkan yang ada di sini bisa bertahan. 
“Tam ced etasmin vayasi kim cid upatapet , sa bruyat , prana vasavah , idam me pratah savanam madhyam dinam savanam anu samtanuteti , maaham praananam vasuunaam madhye yajno vilopsiiyeti , udd haiva tata ety agado ha bhavati” 
Apabila dalam masa 24 tahun ini mederita sakit. Shadaka itu harus berkata, Wahai Engkau Nafas Vital Prana, Engkau Para Vasu, Biarkanlah persembahan yadnya “pagi” diriku ini berlangsung terus sampai pada saat persembahan “Tengah Hari” jangan biarkan nafas vital ku, Yadnya ku, terputus di tengah tengah persembahan  Vasu  hingga tengah hari. Kemudian dia  bangkit dari hal ini. Dia akan menjadi terbebas dari sakit apapun. 
Nah pada fase 44 tahun kemudian hingga umur 68 tahun: Jadi bagi yang sudah berumur di atas 24 tahun selain Gayatri Mantram sudah pasti harus kosentrasi lebih pada mantra Rudram. Salah satu matra terbaik Rudra adalah Sri Rudram - Namakam - Chamakam. Selain itu juga Mantra Trayambhakam. 
“Atha yani catuscatvaarimsad varsani, tan maasyan dinam savanam catus catvaarim sad akaara tristup , traiastubham maadhyam dinam savanam , tad asya Rudra anvaayattah , praana vaava rudraah ete hiidam sarvam rodayanti. 
Nah .. sekarang 44 tahun berikutnya, termasuk persembahan “Tengah Hari” Sebab mantra Tristubh terdiri dari 44 Aksara. Dan persembahan / yadnya tengah hari itu disampaikan dengan Mantra Tristubh. Yadnya ini dihubungkan dengan Para Rudra - adalah 11 Rudra. Karena itu nafas vital nya adalah Para Rudra, sebab pada saat meninggal mereka menyebabkan apa saja yang ada di sini menangis. 
Jadi apabila dalam masa “Tengah Hari” itu menderita sakit. Dia semestinya berkata Wahai Engkau nafas vital Prana , Engkau Para Rudra, biarkanlah persembahan tengah hari dariku ini berlangsung terus sampai pada saat persembahan ketiga. Jangan biarkan aku terputus di tengah tengah nafas vital Para Rudra, kemudian Dia bangkit dan kemudian menjadi terbebas dari sakit apapun. 
Kemudian fase ketiga adalah 48 tahun lamanya. Jika semua ditotal 24 , 44 dan 48 menjadi 116 tahun.  
“Atha yany asta catvaarim sad varsani , tat trtya savanam asta catvaarimsad aksaraa jagatii, jaagatam trtiya savanam , tad asya ditya anvayattaah , prana vaavadityah , ete hiidam sarvam aadadate “
Sekarang 48 tahun berikutnya adalah persembahan ketiga . Wirama Jagati mempunyai 48 Akasara. Dan persembahan ketiga ini disampaikan dengan Mantra Jagati. Dengan Mantra Jagati ini kita berhubungan dengan Aditya. Sesungguhnya nafas vital adalah Para Aditya - terdiri dari 12 aditya. Sebab pada saat mwninggal mereka membawa segalanya untuk diri mereka. 
Dan apabila dalam masa ini menderita sakit, dia harus berkata, wahai engaku nafas vital, Engaku Para Aditya, biarkanlah persembahan ketiga mu ini berlangsung sampai kehidupan yang penuh. Jangan biarkan Aku, yadnyaku terputus dari nafas vital, dari Para Aditya. Dia akan bangkit, dan menjadi sehat dari sakit apapun. Salah satu mantra yang penulis rekomendasi, Mantra Surya Upanisad dari Atharwa Veda. 
“Etadd ha sma vai tad vidvan aha Mahidasa aitareyah, sa kim ma etad upatapasi yo Ham, anena na presyaamiti sa ha sodasam varsa satam ajivat pra ha sodasam varsa satam jivati ya evam Veda. 
Sesungguhnya karena mengerti hal inilah maka Mahidasa Aitareya, pernah berkata. “Mengapa aku bisa terjangkit penyakit ini, Aku tidak akan mati karena penyakit ini” Dia hidup 116 tahun. Siapapun yang mengerti hal ini akan hidup 116 tahun. Ternyata luar biasa Upanisad khususnya “ Chandogya Upanisad” Demikian formula menjaga umur hingga 116 tahun. Om Tat Asthu Svaha Om Kham Brah Esa Paramashivastah 🙏👍🙏🕉💐🔱💐🕉👍🙏🙏🙏

    Acharya Rishi Sadhu Giriramananda 


Blog, Updated at: April 15, 2020

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Buku VPA

Harga Rp 100.000 Harga Rp 50.000

Pemesanan silahkan KLIK DISINI
Bank BNI No 0864571776 an VPA Cabang Lombok

vedaposhana.ashram@gmail.com


  


TRI SANDHYA




https://www.ichintb.or.id/p/blog-page_56.html

Pusat Belajar Sansekerta

Bahasa Sansekerta adalah Bahasa Weda sebagai sumber dari segala sumber ilmu. Sebagai Umat Hindu sudah saatnya mengetahui dan memahami isi Kitab Suci Weda dengan belajar Bahasa Sansekerta
Ayo Belajar Bahasa Sansekerta